Bupati Sinjai Raih Penghargaan Kementan Berkat Asuransi Usaha Ternak Gratis

Bupati Sinjai Raih Penghargaan Kementan Berkat Asuransi Usaha Ternak Gratis

Agung Pramono - detikSulsel
Rabu, 24 Agu 2022 04:29 WIB
Bupati Sinjai Andi Seto Asapa terima penghargaan dari Kementan RI.
Foto: Bupati Sinjai Andi Seto Asapa terima penghargaan dari Kementan RI. (Dok. Istimewa)
Sinjai -

Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) meraih penghargaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI berkat program asuransi usaha ternak sapi (AUTS). Pemkab Sinjai menggratiskan iuran pembayaran atas program AUTS tersebut.

Penghargaan ini diberikan langsung Mentan RI Syahrul Yasin Limpo di kantor Kementan RI pada Selasa (23/8/2022). Bupati Sinjai hadir langsung menerima penghargaan tersebut.

"Pak Bupati terima penghargaan dari Pak Mentan terkait komitmen kita menggratiskan iuran AUTS peternak sapi. Penghargaan tersebut langsung diterima Pak Bupati," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai Burhanuddin kepada detikSulsel, Selasa (23/8).


Burhanuddin menjelaskan, program AUTS ini memberikan perlindungan dan jaminan kepada peternak sapi di Sinjai yang dikombinasikan dengan program Inseminasi Buatan (IB). Pemkab Sinjai mengakomodir penuh para peternak.

Peternak sapi yang mendaftar lewat program ini tidak lagi dibebankan biaya untuk merasakan manfaat AUTS ya. Pasalnya Pemkab Sinjai menanggung pembayarannya yang diakomodir dari APBD.

"Total iuran yang harus dibayar oleh setiap peternak jika mendaftar AUTS senilai Rp 200 ribu. Hanya saja Rp 160 ribu telah disubsidi melalui APBN, lalu Rp 40 ribu ditanggung Pemkab Sinjai dengan syarat setiap sapi harus disuntikkan IB," ungkapnya.

Peternak sapi pun tidak lagi dibebankan biaya pembayaran tahunan tersebut. Bupati Sinjai Andi Seto Asapa ini bersifat gratis.

"Pak Bupati sudah gratiskan. Biaya Rp 160 ribu ditanggung oleh APBN dan Pemkab Sinjai menanggung Rp 40 ribu. Jadi betul-betul gratis," jelas Burhanuddin.

Sekadar diketahui, manfaat dari AUTS ini Jika sapi hilang akan diberikan biaya ganti senilai Rp 7 juta. Sementara sapi yang mati akan diberikan Rp 10 juta dari penyedia asuransi, yakni PT Jasindo.

"Oleh karena itu Pak Mentan mengarahkan agar program ini terus dilanjutkan. Sebab, sangat membantu peternak saat mengalami masalah dalam beternak sapi. Dan hanya Sinjai dan Bantaeng yang dapat penghargaan karena hanya 2 Kabupaten ini yang menggratiskan AUTS," pungkasnya.



Simak Video "DPR Cecar Kementan soal Minta Anggaran Rp 2 Triliun untuk Tangani PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)