Superfest 2026 di Makassar Dihadiri Pemain PSM Mufli Hidayat

Superfest 2026 di Makassar Dihadiri Pemain PSM Mufli Hidayat

Abadi Tamrin - detikSulsel
Minggu, 04 Okt 2026 17:04 WIB
Supercamp Superfest 2026 di Kota Makassar turut dihadiri pemain PSM Makassar, Mufli Hidayat.
Supercamp Superfest 2026 di Kota Makassar turut dihadiri pemain PSM Makassar, Mufli Hidayat. Foto: Istimewa
Makassar -

Supercamp Superfest 2026 resmi diselenggarakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Program pengembangan bakat sepakbola usia dini ini turut dihadiri pemain PSM Makassar, Mufli Hidayat.

Setelah sukses digelar di Pulau Jawa pada tahun-tahun sebelumnya, Khong Guan Superco Supercamp Superfast 2026 kini hadir di Kota Makassar. Rangkaian kegiatan berlangsung di Lapangan Telkom Makassar, pada 3-4 Oktober 2025.

"Yang berjalan tahun ini adalah tahun kelima. Tahun pertama kami ada di Jakarta, tahun kedua di Jawa Barat, tahun ketiga di Jawa Tengah, tahun keempat di Jawa Timur, dan tahun ini kami di luar Pulau Jawa, tepatnya di Sulawesi, Kota Makassar," kata Branch Manager PT Khong Guan Biscuit Factory Indonesia, Irfan Hidayatul Fazri kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Superteam Vs SSB Kaltim di laga final Supercamp Superfest 2026 di Makassar.Superteam Vs SSB Kaltim di laga final Supercamp Superfest 2026 di Makassar. Foto: Istimewa

Irfan menjelaskan, Makassar dipilih karena dinilai memiliki antusiasme dan potensi besar, dalam perkembangan sepakbola usia muda. Dalam rangkaian school to school, kegiatan tersebut menjangkau sekitar 15.000 anak dari 15 sekolah.

Sementara pada pelaksanaan Superfest, tercatat sekitar 720 anak ambil bagian bersama 36 SSB yang berasal dari enam provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, serta wilayah Sulawesi lainnya.

ADVERTISEMENT

Program tersebut tidak berhenti pada kompetisi, para peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti coaching clinic, yang diberikan oleh pelatih dan praktisi sepakbola berlisensi. Seperti mantan asisten pelatih Timnas Indonesia U-17, Indriyanto Nugroho dan mantan pelatih EPA PSM Makassar, Eric Saputra Hidayat.

Indriyanto mengatakan, banyak talenta muda di daerah yang sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi tidak mendapatkan wadah yang memadai untuk mengembangkan potensinya. Ia berharap program pembinaan seperti ini dapat berjalan secara berkelanjutan, dengan melibatkan pemerintah, federasi, klub, pelatih, dan berbagai pihak terkait.

"Kalau dari kecil sudah konsisten, insyaallah bisa melihat lebih tinggi. Semuanya membutuhkan sinergitas," katanya.

Sementara itu, Eric Saputra menjelaskan proses pencarian talenta tidak semata-mata didasarkan pada kemampuan pemain saat ini. Menurut dia, talent scouting juga harus melihat potensi perkembangan pemain dalam jangka panjang.

"Potensi yang paling bagus itu kemampuan kompetitif, kemampuan belajar, dan kemampuan untuk berkembang," ujar Eric.

Eric juga menyoroti tantangan infrastruktur sepak bola di Makassar. Menurutnya, keterbatasan fasilitas memang menjadi persoalan, tetapi dapat diimbangi dengan metode latihan yang tepat dan pembinaan yang berkelanjutan.

Ia membandingkan pembinaan sepak bola di Indonesia, dengan pengalamannya ketika mendapatkan kesempatan belajar mengenai sepakbola di Barcelona, Spanyol. Menurut Eric, kualitas dasar pemain muda Indonesia, sebenarnya tidak jauh berbeda dari pemain muda di Eropa.

"Yang membedakan adalah metode latihan. Di sana yang dikembangkan adalah kemampuan berpikir. Selain itu, yang paling membedakan adalah fasilitas," jelasnya.



(ata/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads