PSM Kontrak Darije Kalezic 3 Tahun, Target Kembalikan Identitas Juku Eja

PSM Kontrak Darije Kalezic 3 Tahun, Target Kembalikan Identitas Juku Eja

Fadli Ilham - detikSulsel
Minggu, 19 Jul 2026 22:32 WIB
Manajemen PSM Makassar resmi memperkenalkan Darije Kalezic sebagai pelatih baru.
Foto: Manajemen PSM Makassar resmi memperkenalkan Darije Kalezic sebagai pelatih baru. (Fadli Ilham/detikSulsel)
Makassar -

Manajemen PSM Makassar resmi memperkenalkan Darije Kalezic sebagai pelatih baru untuk memulai musim kompetisi Super League 2026/2027. Pelatih asal Bosnia and Herzegovina ini dikontrak selama tiga tahun dengan target mengembalikan identitas Juku Eja.

Sosok pelatih Darije Kalezic secara resmi diumumkan kepada publik di sesi konferensi pers di Makassar Creative Hub (MCH) Pantai Losari, Minggu (19/7/2026). Pelatih baru PSM diharapkan membawa energi positif dalam sepakbola di musim depan.

"Coach Darije Kalezic akan kita kontrak tiga tahun dengan perencanaan yang sudah kita susun bersama. Semoga kita memulainya dengan mengisi tiga tahun ke depan dengan energi yang lebih positif," ujar Manajer tim PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fajrin menyebut, Darije merupakan sosok yang tidak asing lagi bagi PSM dan para suporter di Makassar serta Sulawesi Selatan (Sulsel). Darije pernah memimpin PSM Makassar pada musim 2018/2019 lalu hingga mempersembahkan trofi Piala Indonesia.

"Tentu sebuah nama yang asing bagi kita, beliau sudah pernah memimpin PSM pada musim 2018/2019 tahu betul PSM seperti apa dan juga menunjukkan prestasi kepada musim awal PSM," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Fajrin, manajemen PSM mulai membangun komunikasi dengan Darije sejak Maret 2026 lalu. Darije diajak kembali bergabung saat Pasukan Ramang berada dalam fase krusial.

"Kami berdiskusi lebih lanjut dan kemudian keputusan kita ambil bahwa coach (Darijie) bersedia kembali ke Makassar dan mengembalikan identitas tim," papar Fajrie.

Sementara itu, Darije mengaku akan mengembalikan identitas Juku Eja yang sudah mulai redup. Dia ingin para fans melihat permainan PSM dengan rasa bangga.

"Kita punya target untuk membawa kultur sepakbola Makassar 'Ewako'. Saya kira ini yang kurang terlihat dalam tim. Kita ingin menunjukkan kembali identitas ini kepada fans, bahwa setiap fans yang datang nonton pertandingan akan puas dengan kerja keras," terangnya.

Dengan kultur yang dimiliki PSM, Darije punya harapan besar untuk memenangkan setiap pertandingan. Menurutnya, ini langkah yang tepat untuk mengembalikan kejayaan tim dengan jargon Ewako.

"Diawali dengan kultur tersebut menegaskan kultur tersebut dalam permainan kita, kita berharap memenangkan permainan ini. Itu adalah langkah yang sangat penting bagi kita untuk membangun koneksi yang baik kembali dengan fans. Supaya mereka bisa bangga terhadap tim ini kembali," tandasnya.

Dia menjelaskan, kompetisi Super League di musim kali ini tidak bisa disamakan dengan tahun 2018/2019. Salah satunya, kata dia berkaitan dengan batas rekrutmen pemain asing.

"Tahun 2019 tentu berbeda dengan tahun 2026. Saya kira kita tidak bisa bandingkan perkembangan sepakbola di Indonesia karena jauh berbeda dengan 7 sampai 8 tahun yang lalu," ujar dia.

"Pada saat saya berada disini 7 sampai 8 tahun lalu kita hanya diperbolehkan memilih tiga pemain asing. Sekarang klub bisa memiliki 11 pemain asing," lanjutnya.

Darije berharap dengan dinamika tersebut semakin memberikan kesempatan yang baik terhadap PSM untuk melakukan evaluasi. Dirinya menegaskan wawasan dan pengalaman menjadi pelajaran terbaik untuk membangkitkan kembali PSM.

"Saya kira ini perbedaan yang sangat dramatis dan sangat besar klub sepakbola di Indonesia. Pada saat saya berkomunikasi juga dengan klub, poin yang kita bicarakan adalah di seluruh klub sepakbola Indonesia. Saya kira ilmu dan wawasan dan pengalaman yang harus kita pikir," pungkasnya.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads