PSM Makassar lagi-lagi dihukum FIFA terkait larangan transfer selama tiga periode. Sanksi FIFA muncul jelang bursa transfer Super League 2026/2027 dibuka.
Dilansir dari laman resmi FIFA, nama PSM Makassar tercantum dua kali dalam daftar klub yang dijatuhi hukuman. Dalam pembaruan terbaru, Pasukan Ramang kembali tercatat sebagai klub terhukum per tanggal 7 Juli 2026.
Hukuman ini diduga kuat muncul akibat permasalahan internal klub yang belum terselesaikan. Situasi tersebut dipastikan bakal menyulitkan Juku Eja dalam mempersiapkan skuad terbaiknya karena dilarang mendaftarkan pemain baru, termasuk tidak bisa memperpanjang kontrak para pemain pilar yang ingin dipertahankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanksi berat FIFA ini membayangi PSM setelah mereka menuntaskan kompetisi Super League 2025/2026 dengan hasil kurang memuaskan. Langkah untuk membenahi kedalaman skuad kini menemui jalan buntu yang teramat terjal, terlebih jadwal kick-off Super League untuk musim baru akan bergulir pada 4 September 2026 mendatang.
Kendati demikian, penetapan jadwal kompetisi ini belum dibarengi dengan kejelasan regulasi bursa transfer. Hingga saat ini, jadwal resmi pembukaan jendela transfer pemain atau transfer window sama sekali belum diumumkan oleh pihak operator maupun federasi.
Baca juga: PSM Makassar Cuci Gudang, 3 Pemain Dilepas |
Ketidakpastian ini membuat manajemen PSM Makassar harus berkejaran dengan waktu yang sangat sempit. Pasukan Ramang wajib bergerak cepat menyelesaikan urusan finansial atau sengketa agar hukuman banned dicabut sebelum jendela transfer dibuka.
PSM harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan sanksi tersebut. Jika bursa transfer resmi dibuka sementara sanksi belum beres, praktis PSM hanya akan menjadi penonton dan gagal mendaftarkan pemain baru.
Sejauh ini, Juku Eja terpantau belum bergerak aktif dalam merekrut pemain di pasar transfer, meskipun sempat dirumorkan dekat dengan beberapa nama legiun asing. Kendati demikian, untuk posisi nakhoda tim, PSM dikabarkan sudah resmi mendatangkan Darije Kalezic sebagai pelatih baru mereka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PSM Makassar masih bungkam terkait bertambahnya sanksi FIFA tersebut. Media Officer PSM Sulaiman Karim dan Manajer PSM Nur Fajrin belum memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi.
Untuk diketahui, sebelum sanksi terbaru ini turun, PSM Makassar sudah lebih dulu tercatat sebagai klub terhukum oleh FIFA pada tanggal 22 Mei 2026. Sanksi pertama itu muncul tidak lama setelah PSM menyudahi kompetisi dengan finis di posisi ke-15 klasemen akhir, atau hanya berada satu strip di atas zona degradasi.
Beban PSM kian berat lantaran mereka saat ini sudah resmi melepas sebanyak 9 pemainnya. Adapun kesembilan pemain yang telah berpisah dengan Juku Eja tersebut masing-masing adalah Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, Reza Arya, Daffa Salman, Victor Dethan, Yuran Fernandes, Gledson Paixao, Alex Tanque, hingga Rifky Dwi.
