Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC pada penentuan promosi ke Super League diwarnai kericuhan suporter sesat usai laga. Kericuhan dipicu kekecewaan suporter karena Persipura gagal promosi ke kasta liga tertinggi.
Laga perebutan satu tiket terakhir menuju Super League musim depan itu berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5) malam. Pada laga ini, tuan rumah harus mengakui kekalahan 0-1 atas Adhyaksa FC lewat gol semata wayang Adilson Silva.
Usai peluit panjang dibunyikan, sejumlah suporter meluapkan kekecewaan dengan memasuki lapangan Stadion Lukas Enembe. Suporter yang memasuki lapangan tersebut akhirnya bertindak anarkis.
"Awalnya mungkin kekecewaan penonton karena kekalahan tim kesayangannya. Selesai, langsung sebagian penonton turun ke lapangan sehingga terjadi kericuhan," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (8/5).
Dirangkum detikcom, Minggu (10/5/2026), berikut data dan fakta kericuhan usai laga Persipura vs Adhyaksa FC:
Kericuhan Setelah Peluit Panjang
Cahyo mengatakan kericuhan terjadi setelah sejumlah suporter turun ke lapangan. Mereka mengejar pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan.
"Tidak lama setelah peluit panjang dibunyikan, sejumlah massa suporter yang berada di tribun turun ke lapangan dan melakukan pengejaran terhadap pemain Adhyaksa FC serta perangkat pertandingan," kata Cahyo, Sabtu (9/5).
Situasi saat itu kemudian berkembang menjadi semakin memanas. Massa di sekitar stadion melakukan aksi perusakan fasilitas umum dan pembakaran sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar area Stadion Lukas Enembe.
"Polda Papua bersama personel gabungan TNI-Polri segera melakukan langkah pengamanan, pengendalian massa, serta upaya pemulihan situasi guna mencegah meluasnya gangguan kamtibmas," katanya.