Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, memberikan pandangan menarik terkait performa PSM Makassar di kompetisi Super League musim ini. Menurutnya, PSM merupakan tim besar yang seharusnya berada di posisi lima besar klasemen.
"Dan seharusnya menurut saya kalau enggak ada isu yang ada di tim, mungkin PSM seharusnya bisa di top five (lima besar)," ujar Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija dalam sesi konferensi pers, Sabtu (4/4/2026).
Pelatih asal Bosnia itu mengamati kultur sepakbola di Indonesia memiliki tuntutan yang sangat tinggi. Hal itu terkadang membuat tim harus melakukan adaptasi cepat demi memuaskan keinginan suporter yang haus akan kemenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi sekali lagi orang Indonesia mungkin lebih senang dengan adanya tim yang harus selalu menang, jadi dia (PSM) beradaptasi dengan cara itu," jelasnya.
Terlepas dari posisi klasemen saat ini, eks juru taktik PSM Makassar tersebut tetap menaruh hormat yang tinggi kepada mantan klubnya itu. Dia memberikan kredit khusus terhadap komposisi pemain yang dimiliki Juku Eja musim ini.
"Tapi sekali lagi saya memberikan kredit juga ke PSM bahwa PSM adalah tim yang berkualitas," tegas Milo.
Dia menjelaskan, kekuatan PSM terletak pada keseimbangan antara pemain senior, talenta lokal, dan legiun asing. Para pemainnya dinilai memiliki kontribusi yang bagus di atas lapangan.
"Dan ya, tapi saya juga memberikan kredit kepada PSM karena menurut saya, PSM punya banyak pemain lokal yang sangat bagus, dan pemain asingnya juga sangat bagus, pemain kreatifnya banyak," pungkasnya.
Untuk diketahui, PSM Makassar diterpa sejumlah masalah selama musim kompetisi Super League 2025/2026. Hingga saat ini, Juku Eja sudah 5 kali disanksi FIFA terkait tunggakan gaji pemain hingga pelatihnya.
Selama musim ini, sejumlah pemain hingga pelatih PSM hengkang gegara tunggakan gaji. Mulai dari kasus eks Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, Lucas Dias hingga Abu Kamara.
Terakhir PSM juga diduga menunggak gaji Pelatihnya saat ini yakni Tomas Trucha. Sehingga, Tomas memilih absen dalam beberapa laga terakhir ini mendampingi PSM di pertandingan dan latihan.
Di tengah badai sanksi dan isu miring itu, PSM juga sedang berada dalam performa yang buruk. Juku Eja dihantui tren buruk saat main di kandang hingga pernah mengalami kekalahan beruntun.
PSM juga berada di posisi klasemen yang mengkhawatirkan. PSM kini bertengger di posisi ke-13 klasemen, hanya terpaut jarak poin yang sangat tipis dari zona degradasi.
