Kenzo Nambu yang Ngebet Banget Kembali ke PSM Makassar

Kenzo Nambu yang Ngebet Banget Kembali ke PSM Makassar

Muh. Saddam Reski S - detikSulsel
Senin, 16 Mar 2026 09:00 WIB
Kenzo Nambu pamit dari PSM Makassar.
Kenzo Nambu saat pamit dari PSM Makassar. Foto: (Dok. Instagram Kenzo Nambu)
Makassar -

Mantan pemain PSM Makassar, Kenzo Nambu masih menunjukkan ketertarikannya kembali membela Juku Eja. Kenzo Nambu mengungkit masa-masa bersama Pasukan Ramang saat tim mengalami kondisi kritis.

PSM memang saat ini memang sedang kritis setelah tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 24 poin. PSM hanya selisih lima poin dari tim-tim zona degradasi.

Sembilan laga sisa menjadi pertaruhan besar bagi Juku Eja agar bisa tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Harapan untuk bangkit sebenarnya mulai nyata usai PSM memutus tren kekalahan dengan menahan imbang Malut United 3-3 pada Sabtu (7/3) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komitmen untuk berbenah juga terlihat dengan para pemain yang memilih tetap latihan beberapa hari selepas laga sebelum akhirnya diliburkan. Latihan tambahan tersebut dilakukan demi menjaga kondisi fisik dan momentum tim sebelum menjamu Persis Solo di Stadion Gelora BJ Habibie pada April mendatang.

Tentunya, kemenangan di Parepare menjadi harga mati untuk membuktikan mentalitas Juku Eja. Ini sekaligus agar mereka dapat segera menjauh dari ancaman degradasi.

ADVERTISEMENT

"Saya rasa mereka butuh saya," kelakar Kenzo Nambu saat diwawancarai detikSulsel pada Sabtu (14/3/2026).

Kenzo lantas menekankan bagaimana pentingnya saling mendukung satu sama lain dalam tim. Ia masih belum bisa lupa bagaimana suasana ruang ganti saat membawa PSM menjuarai Liga 1 pada musim 2022/2023 lalu.

"Saat itu kami memiliki rasa saling menghormati satu sama lain. Semua pemain bekerja keras untuk tim, bukan untuk individu. Setiap pemain mengorbankan diri sendiri dan memberikan segalanya. Itulah mengapa kami bisa menjadi juara," ungkap pemain Persipal Palu tersebut.

Komunikasi positif tanpa mencari kambing hitam menurutnya menjadi faktor penentu untuk melewati masa-masa sulit. Hal itu sangat penting dilakukan oleh setiap pemain di dalam ruang ganti tanpa memandang status.

"Di ruang ganti, kami selalu berkomunikasi. Kami tidak pernah saling mengkritik, mengeluh, atau mencari alasan antar pemain," kata dia.

"Kami mencoba membangun satu sama lain tanpa peduli itu pemain asing atau lokal. Kami bersama-sama, kami bekerja bersama," tambahnya.




(asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads