Bek sayap PSM Makassar, Victor Luiz sudah bebas dari sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Pemain asal Brasil itu dipastikan akan kembali merumput usai absen 3 laga.
Victor Luiz sebelumnya harus menepi dari lapangan hijau akibat sanksi tambahan yang dijatuhkan Komdis PSSI yakni larangan main 3 laga. Victor Luiz kini bisa memperkuat sisi pertahanan saat bertandang ke markas Malut United, Sabtu (7/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buntut Insiden Panas di Lapangan
Hukuman yang menjerat Victor bermula dari insiden dalam laga sengit antara PSM Makassar melawan Dewa United Banten FC, pada Sabtu (14/2) lalu. Dalam laga tersebut, Victor terpaksa mandi lebih awal setelah wasit memberikan kartu merah langsung.
Dari laporan pertandingan, pemain bernomor punggung 22 itu dianggap melakukan pelanggaran serius dengan menginjak pemain lawan. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat.
Sanksi Berlapis dan Denda Puluhan Juta
Akibat perbuatannya, Komdis tidak hanya memberlakukan sanksi larangan bertanding otomatis, tetapi juga menjatuhkan hukuman tambahan. Victor Luiz dipaksa absen dalam dua pertandingan selanjutnya sebagai hukuman ekstra atas kategori pelanggaran serius tersebut.
Tidak hanya kehilangan waktu bermain, sanksi ini juga berdampak pada kantong sang pemain. Komdis memutuskan untuk menjatuhkan denda administratif sebesar Rp 10 juta.
Kecewa Diganjar Kartu Merah
Victor Luiz angkat bicara usai diganjar kartu merah dalam laga melawan Dewa United di Stadion Gelora BJ Habibie. Pemain asal Brasil ini mengaku kecewa hingga mempertanyakan keputusan wasit dan VAR di Super League.
"Kemarin saya mendapat kartu merah dan, seperti setiap atlet yang berkomitmen, saya sangat kecewa karena meninggalkan tim saya dalam posisi dirugikan," tulis Victor Luiz melalui akun Instagram-nya dikutip detikSulsel, Senin (16/2).
Victor Luiz mengaku sangat terpukul karena harus meninggalkan rekan setimnya di lapangan dalam posisi sulit. Meski begitu, dia menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk mencederai lawan.
"Saya ingin menegaskan bahwa tidak pernah ada niat dari saya untuk membahayakan integritas pemain mana pun. Di lapangan kami selalu menghadapi tantangan keras dan duel fisik. Tujuan saya selalu memenangkan duel saya dan membantu PSM," jelasnya.
