Kondisi PSM Makassar tengah berada di titik nadir usai menelan kekalahan memalukan dari Persita Tangerang. Status sang juru taktik, Tomas Trucha, kini menjadi tanda tanya besar usai menolak menemui suporter dan mangkir di konferensi pers.
Kekalahan PSM di kandang atas Persita Tangerang memicu kemarahan suporter. Para suporter ramai-ramai masuk mengamuk ke lapangan usai wasit meniup peluit tanda laga berakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trucha Menghilang di Tengah Amuk Suporter
Di saat suporter berteriak menuntut kejelasan, Tomas Trucha justru tak terlihat batang hidungnya. Pelatih asal Ceko itu langsung ke ruang ganti lebih awal, meninggalkan para pemain yang sempat tertahan oleh kepungan suporter di lapangan.
"Mana tanggung jawabmu semua!," teriak salah seorang suporter di tengah lapangan.
Kemudian, suporter berdiskusi alot dengan pemain PSM yang diwakili sang kapten Yuran Fernandes. Para suporter kemudian memanggil Tomas Trucha untuk keluar.
"Mana Tomas Trucha. Kenapa sembunyi?," katanya.
Savio Roberto sempat masuk melihat Tomas Trucha ke ruang ganti. Namun kembali dan mengisyaratkan Tomas Trucha tidak bisa keluar.
Tomas Absen Konferensi Pers karena Sakit
Absennya Trucha pun berlanjut hingga sesi Post-Match Press Conference. Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim, mengungkapkan bahwa sang pelatih berhalangan hadir karena alasan kesehatan.
"Karena head coach sedang tidak enak badan, dia tidak bisa menghadiri konferensi pers ini. Maka diwakili oleh asisten pelatih Coach Ahmad Amiruddin dan perwakilan pemain Rizky Eka Pratama," ujar Sulaiman kepada awak media.
Misteri Performa: Bagus di Latihan, Melempem di Laga
Asisten Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, yang pasang badan dalam sesi tersebut tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Dia menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada manajemen dan suporter atas hasil minor yang terus menghantui tim.
Amiruddin membeberkan sebuah anomali yang tengah dipelajari tim pelatih. Dia mengungkapkan perbedaan mencolok antara kualitas latihan dan realitas di lapangan.
"Problem utama kami itu yang sedang kami pelajari sampai hari ini, kenapa performa kami ketika di latihan dengan di pertandingan jauh berbeda," ungkap Amiruddin.
PSM mencatat progres dengan mencetak dua gol. Namun lini pertahanan PSM justru menjadi lubang menganga dengan kebobolan empat gol sekaligus.
"Setiap kali kami berlatih, kami selalu merasa yakin di pertandingan kami akan tampil perform. Tapi apa yang terjadi, contoh hari ini kami bisa cetak dua gol, tapi kami juga kebobolan empat," pungkasnya.
Untuk diketahui, amukan suporter pecah sesaat setelah peluit panjang dibunyikan di laga PSM Vs Persita. Massa merangsek masuk ke lapangan dan mendatangi bench pemain untuk meminta pertanggungjawaban atas rentetan hasil buruk Juku Eja.
(ata/ata)











































