Mantan pelatih PSM Makassar Assegaf Razak semakin tak mengenali karakter PSM. Mengkhawatirkan di dalam dan luar lapangan, PSM disebut telah kehilangan motivasi dalam bermain.
PSM menjalani Super League musim 2025/2026 dengan hasil-hasil yang buruk. Dalam 10 laga terakhir dilewati dengan 8 kekalahan, sekali imbang, dan cuma sekali menang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, posisi Juku Eja di papan klasemen semakin terjepit. Saat ini, PSM menempati peringkat ke-13 dengan poin 23, hanya selisih lima poin dari tim zona degradasi.
Keteguhan Tomas Trucha ingin merubah karakter pemain PSM dari defensif menjadi ofensif tidak berjalan maksimal. Assegaf Razak juga menyoroti bagaimana sikap para pemain di lapangan.
"Barangkali yang harus dikembalikan itu, motivasinya pemain. Bagaimana karakter di PSM, selama ini kan kita tahu dari dulu itu bermain cepat dan motivasinya tinggi sekali. Ini yang barangkali saya lihat yang hilang," ujar Assegaf Razak kepada detikSulsel, Minggu (1/3/2026).
Assegaf berharap situasi ini bisa segera diatasi oleh pelatih Tomas Trucha dan manajemen PSM Makassar. Apalagi secara skuad, dia menilai PSM sudah sangat bagus.
"Kalau saya lihat materi pemain PSM ini bagus, cuman itu yang hilang. Harus kelihatan bahwa pemain punya tanggung jawab di dalam lapangan. Bagaimana bisa memenangkan pertandingan," jelasnya.
Lebih jauh, pelatih yang memiliki lisensi A ini turut menyinggung karakter siri' na pacce yang selalu dipegang teguh di PSM. Walaupun PSM dominan diperkuat pemain asing, Assegaf menilai karakter itu jangan sampai hilang.
"Jangan hilang, artinya ada siri'na pacce di situ. Kita ini banyak pemain-pemain asing, tapi harusnya pelatih juga perlu melihat ini, harus punya semangat itu," paparnya.
Untuk diketahui, PSM Makassar dalam laga selanjutnya akan menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3). Hasil laga ini akan menentukan nasib PSM di papan bawah klasemen Super League.
(ata/sar)











































