Laga antara Persebaya Surabaya dan PSM Makassar akan meramaikan pekan ke-23 Super League 2025/2026. Berikut sejumlah data dan fakta menarik menjelang laga ini.
Duel Persebaya vs PSM akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Rabu (25/2/2026). Laga tersebut akan dimulai pukul 20.30 WIB atau 21.30 Wita.
Persebaya saat ini tertahan di peringkat ke-5 dengan koleksi 35 poin. Bajul Ijo wajib meraih kemenangan demi menjaga asa dalam perebutan gelar juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, PSM Makassar masih terpuruk di peringkat ke-13 dengan raihan 23 poin. Posisi Juku Eja kian mengkhawatirkan karena selisih poin yang semakin mendekati tim zona degradasi.
Dirangkum detikSulsel, berikut 4 data dan fakta menarik jelang laga Persebaya kontra PSM Makassar:
1. Kompak Menelan Dua Kekalahan Beruntun
Persebaya Surabaya tengah terpuruk usai menelan kekalahan 1-2 dari Bhayangkara FC pada 14 Februari lalu. Tren negatif tersebut berlanjut saat Bajul Ijo kembali tumbang 1-3 di markas Persijap Jepara pada Sabtu (21/2).
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Bernardo Tavares yang menargetkan poin penuh di markas lawan. Ia mengakui hasil melawan Persijap sangat mengecewakan karena timnya memiliki banyak peluang pada laga tersebut.
"Kami memiliki beberapa peluang di dekat kotak penalti yang seharusnya bisa kami ambil keputusan terbaik. Namun pada akhirnya, sejarah akan mencatat hasilnya dan kami kalah," ujar Tavares usai laga melawan Persijap.
Kondisi serupa dialami PSM Makassar yang juga gagal meraih poin di dua laga terakhir. Juku Eja tumbang 0-2 dari Dewa United, sebelum ditaklukkan 1-2 di markas Persija Jakarta pada Jumat (20/2).
Saat menghadapi Persija, PSM sempat membalas lewat gol Sheriddin Boboev. Namun, harapan mencuri poin sirna akibat blunder fatal Reza Arya saat menyapu bola yang dimanfaatkan Maxwell membuat PSM harus pulang dengan tangan kosong.
"Kita punya peluang paling tidak untuk mengamankan satu poin. Namun kita melakukan satu kesalahan dan kita dihukum dari kesalahan tersebut," ujar Pelatih PSM Tomas Trucha usai laga lawan Persija.
2. Banjir Kartu Merah
Kedisiplinan menjadi persoalan serius bagi Persebaya yang telah mengoleksi total 7 kartu merah musim ini. Terbaru, Rachmat Irianto harus mandi lebih cepat usai menerima kartu merah pada laga kontra Persijap Jepara.
Banyaknya hukuman kartu dinilai sangat merugikan tim karena merusak skema yang telah disusun. Bernardo Tavares menekankan pentingnya kontrol emosi bagi para pemainnya agar tidak merugikan tim di lapangan.
"Kami perlu memiliki kontrol emosi yang lebih baik. Persebaya adalah tim dengan kartu merah terbanyak, tujuh kartu merah. Kami harus mengubah ini," tegas Tavares.
Sementara itu, PSM juga memiliki catatan 5 kartu merah pada musim ini. Kartu merah teranyar diterima oleh bek asing Victor Luiz saat laga kontra Dewa United.
Meski begitu, tingginya angka kartu merah bagi kedua tim menjadi bukti panasnya persaingan yang dihadapi di setiap pertandingan. Baik Persebaya maupun PSM dituntut bermain lebih taktis tanpa harus melakukan pelanggaran keras.
3. Perbedaan Masa Pemulihan
Aspek kebugaran menjadi tantangan besar bagi Persebaya menjelang duel. Skuad Bajul Ijo harus menempuh perjalanan darat yang cukup melelahkan selama 7 hingga 8 jam usai melakoni laga tandang di markas Persijap Jepara.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan PSM yang memiliki waktu istirahat satu hari lebih lama dibandingkan Persebaya. Bernardo Tavares mengeluhkan jadwal padat dan singkatnya waktu recovery yang dimiliki anak asuhnya.
"Mereka (PSM) memiliki satu hari istirahat lebih banyak dari kami. Sekarang kami harus menempuh tujuh atau delapan jam perjalanan darat, itu tidak mudah karena pemulihan terbaik pemain adalah tidur," ungkap Tavares.
Tavares menilai perbedaan masa pemulihan ini bisa menjadi faktor pembeda di lapangan hijau. Mengingat Persebaya mengusung permainan dengan intensitas tinggi.
4. PSM Full Tim-Persebaya Pincang
Skuad Persebaya dipastikan pincang akibat absennya sejumlah pilar saat menjamu PSM. Toni Firmansyah harus absen akibat akumulasi kartu kuning, sementara Rachmat Irianto dipaksa menepi karena kartu merah pada laga terakhir.
Kondisi ini membuat Tavares harus memutar otak dalam menyusun komposisi pemain di lini tengah. Absennya kedua pemain tersebut berdampak besar mengingat peran mereka dalam memutus serangan lawan maupun mengalirkan bola.
Berbanding terbalik dengan tuan rumah, PSM Makassar datang dengan kekuatan penuh ke Surabaya. Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, mengonfirmasi bahwa seluruh pemain Juku Eja dalam kondisi prima dan siap tempur.
"Semua pemain dalam kondisi siap dimainkan. Tidak ada yang cedera," ucap Sulaiman kepada detikSulsel pada Senin (23/2).
Simak Video "Video: Suasana Kericuhan saat Suporter PSM Ngamuk Gegara Timnya Kalah"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)











































