PSM Makassar kembali menelan kekalahan usai ditekuk 1-2 atas Persija pada pekan ke-22 Super League 2025/2026. Pelatih Tomas Trucha mengeluhkan timnya kalah karena VAR tidak berfungsi.
Hasil buruk lagi-lagi didapat PSM pada Jumat (20/2/2026) malam. Reza Arya cs tumbang 1-2 di tangan Persija dalam laga yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS).
"Hal yang aneh bagi saya dan ini tidak bagus terhadap sepakbola Indonesia adalah di pertandingan ini tidak ada VAR. Padahal ini pertandingan dua klub besar dari lima klub yang memulai sepakbola Indonesia," ujar Tomas Trucha pada sesi konferensi pers usai laga, Jumat (20/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga berjalan sengit dengan aksi saling balas serangan dari kedua tim. Namun, Juku Eja harus takluk usai kesalahan fatal kiper PSM, Reza Arya, yang mampu dimanfaatkan Persija menjadi gol kemenangan.
Sepanjang laga, sejumlah duel keras dan benturan antar pemain kerap terjadi antara kedua tim. Absennya VAR dalam laga ini membuat beberapa keputusan krusial di lapangan sepenuhnya bergantung pada penglihatan wasit tanpa adanya peninjauan ulang.
"Tentu saja dengan tidak adanya VAR pertandingan akan berjalan berbeda, bukan hanya untuk kita, (tapi juga) untuk lawan, dan juga untuk perangkat-perangkat pertandingan dalam hal mengambil keputusan." kata Trucha.
Trucha menyoroti inkonsistensi penggunaan VAR dengan berkaca pada sanksi berat Victor Luiz saat melawan Dewa United pada Sabtu lalu (14/2). Ia menyayangkan VAR yang tidak berfungsi saat banyak duel fisik terjadi pada laga kontra Persija.
"Saya akan flashback sedikit ke pertandingan kita melawan Dewa sebelumnya. Tekel dari Victor Luiz yang menurut saya tekel tersebut tidak berniat sama sekali untuk mencederai pemain lawan, dia hanya berniat untuk memenangkan duel-nya," tegasnya.
Kekalahan dari Persija ini melanjutkan tren negatif PSM di Super League dalam beberapa laga terakhir. Juku Eja melalui dua laga beruntun dengan hasilnya kalah semua!.
Bahkan sejak putaran kedua, PSM cuma bisa sekali menang, sekali imbang, dan 3 kali kalah. Kekalahan ini membuat posisi PSM tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 23 poin. Posisi yang semakin dekat dengan ancaman zona degradasi jika tidak segera bangkit di laga berikutnya.
"Pemain tentu sedih dengan hasil ini karena kami punya peluang paling tidak untuk mengamankan satu poin. Kami melakukan satu kesalahan dan dihukum dari kesalahan tersebut," ucapnya.
(ata/ata)











































