Pemuda di Sulbar Gelar Turnamen Sepak Bola, Hilangkan Stigma Kenakalan Remaja

Pemuda di Sulbar Gelar Turnamen Sepak Bola, Hilangkan Stigma Kenakalan Remaja

Hafis Hamdan - detikSulsel
Jumat, 30 Sep 2022 02:28 WIB
Turnaman Pemuda Bambu Cup 2022 di Sulbar.
Foto: Turnaman Pemuda Bambu Cup 2022 di Sulbar. (dok. istimewa)
Mamuju -

Sebanyak 32 tim sepak bola di Sulawesi Barat (Sulbar) akan bertanding pada turnamen Pemuda Bambu Cup 1 2022. Turnamen ini menjadi wadah bagi pemuda Sulbar untuk memacu kreativitas dan prestasi di dunia sepakbola, sekaligus untuk menghilangkan stigma negatif terhadap pemuda.

"Asli (turnamen sepak bola) inisiatif pemuda Desa Bambu. Kita picu kreativitas teman-teman untuk berkegiatan dan alhamdulillah 32 tim di Sulbar mendaftar," kata ketua Pemuda Desa Bambu Mamuju, Awang kepada detikcom, Kamis (29/9/2022).

Turnamen ini digelar oleh para pemuda di Desa Bambu, Kabupaten Mamuju. Mereka mengusung turnamen ini dengan tema "Olahraga Tanpa Anarkis! Ada Prestasi di Dalam Silaturahmi'.


Awang mengatakan, dari 32 tim yang mendaftar tersebut terbagi dari 5 kabupaten di Sulbar. Di antaranya 6 tim dari Mamasa, 7 dai Polewali Mandar, 10 dari Mamuju, 5 dari Majene, dan 4 dari Mamuju Tengah.

"Awalnya itu 36 tim yang mendaftar. Cuman 4 tim tidak selesaikan administrasi," ujarnya.

Turnamen sepak bola itu rencananya berlangsung hingga 2 pekan di Lapangan Desa Bambu, Mamuju. Puluhan tim akan beradu kemampuan untuk memperebutkan piala Pemuda Bambu Cup dan hadiah uang tunai.

"Kita sudah pembukaan kemarin dan mulai bertanding. Rencananya kegiatan 2 pekan, untuk hadiah sendiri ada piala dan uang tunai Rp 25 juta untuk tiga tim yang juara," ungkapnya.

Awang menuturkan, turnamen sepak bola yang digelar para pemuda Desa Bambu itu juga untuk menghilangkan stigma negatif warga luar yang menilai mereka nakal dan tidak memiliki aktivitas.

"Dengan turnamen ini kita mau hilangkan penilaian orang luar kalau pemuda Desa Bambu katanya nakal-nakal. Kegiatan ini jadi bukti nyata kreatifitas kita," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Bambu Hartono mengaku turnamen yang digelar para pemuda di desanya itu merupakan kegiatan pertama. Ia menyebut kegiatan itu turut berdampak kepada para pelaku UMKM setempat.

"Kegiatan pertama ini di Desa Bambu dan banyak warga luar datang, bagusnya karena ada warga yang berjualan dan ramai pembeli. Pokonya ini mendongkrak juga ekonomi warga," ucapnya.

Hartono menyebut akan terus mendukung kegiatan para pemuda di desanya. Ia berharap setelah turnamen itu para pemuda kembali menyusun kegiatan lainnya.

"Pemdes akan selalu support kegiatannya para pemuda disini. Kita minta juga nanti kalau bisa setelah ini (turnamen sepak bola) ada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) atau mungkin festival musik," tutup Hartono.



Simak Video "Trauma dan Takut Gempa Susulan, Ribuan Warga Mamuju Ngungsi"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)