Pelatih PSM Takut Kritik Komdis PSSI Sanksi Pluim 5 Laga: Nanti Saya Dihukum

PSM Makassar

Pelatih PSM Takut Kritik Komdis PSSI Sanksi Pluim 5 Laga: Nanti Saya Dihukum

Ibnu Munsir - detikSulsel
Sabtu, 24 Sep 2022 17:06 WIB
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares pada sesi wawancara sebelum latihan usai libur panjang
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares pada sesi wawancara sebelum latihan usai libur panjang. Foto: Ibnu Munsir/detikSulsel
Gowa -

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares tak mau berkomentar banyak terkait sanksi absen 5 laga yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada Wiljan Pluim. Ia takut komentarnya nanti berbuntut sanksi buatnya.

"Sebenarnya saya agak ragu memberikan opiniku. Siapa tahu nanti saya dihukum gara-gara saya memberi tahu opiniku," kata Bernardo pada sesi latihan PSM di Stadion Kalegowa, Sabtu (24/9/2022).

Kendati demikian, pelatih asal Portugal itu sedikit mengomentari terkait jalannya pertandingan yang berbuntut sanksi untuk kapten PSM, Wiljan Pluim. Tepatnya saat PSM bertandang ke markas Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (2/9) lalu.


"Saya kira apa yang saya harus beri tahu adalah ada beberapa momen yang sebenarnya yang patut dipertanyakan sebelum kejadian dari Willy yang sangat tidak menguntungkan kita," terangnya.

Bernardo menjelaskan, pertandingan tersebut banyak insiden yang merugikan PSM Makassar. Yakni berupa tekel keras yang sangat berbahaya untuk Rasyid Bakri dan kawan-kawan.

"Di pertandingan tersebut banyak hal yang harus di teliti. Karena pertandingan tersebut terjadi seperti pemukulan, tinjuan kepada Yance," jelasnya.

"Seperti insiden yang terjadi pada Yakob dan tekel keras kepada Rasyid di kotak penalti tidak pelanggaran sama sekali. Juga insiden terhadap Dzaki di samping garis out," sambungnya.

Pelatih dengan lisensi UEFA Pro itu pun heran dengan sepak bola Indonesia. Sepengetahuannya wasit seharusnya bisa memberi kenyamanan dan rasa aman terhadap seluruh pemain dengan tidak membiarkan pelanggaran keras yang bisa berbuntut fatal terhadap karier pemain.

"Di luar sana normalnya diberi contoh kartu kuning, bahkan kartu merah. Namun di sini tidak di berikan. Dan juga pada saat insiden dengan Willy dia menyebut ada dua pemain provokasi wasit," bebernya.

"Di Eropa, hal tersebut mencoba provokasi wasit untuk memberikan keputusan berat kepada tim lawan, pemain ini harus di beri kartu atau diperingati dan ini tidak terjadi," tegas Bernardo.

Sebelumnya, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada Wiljan Pluim berupa hukuman absen 4 laga berturut (di luar kartu merah) dan denda Rp 50 juta karena dituding menghina wasit.

Pluim telah menjalani sanksi skorsing 2 laga, yakni saat PSM melawan Persebaya dan Dewa United. Tersisa 3 laga lagi saat PSM melawan Persis Solo Kamis (29/9).

Kemudian dilanjutkan saat PSM lawan Persikabo pada Jumat (7/10), dan menghadapi Persita pada Kamis (13/10). Khusus duel PSM melawan Barito Putera pada Senin (3/10), Wiljan Pluim tetap bisa bermain, sebab laga tersebut adalah laga tunda.



Simak Video "Suporter PSM Makassar Gelar Aksi Bakar Lilin untuk Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/nvl)