PSM Makassar

Pelatih PSM Bernardo Tavares Diingatkan agar Tak Selalu Salahkan Wasit

Ibnu Munsir - detikSulsel
Senin, 08 Agu 2022 19:36 WIB
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares pada sesi prematch konferensi pers melawan Tampines Rovers.
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares. Foto: Dok. PSM Makassar
Makassar -

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares diminta untuk menjaga etikanya selama menjadi pelatih di Indonesia. Pelatih asal Portugal itu diingatkan agar tak selalu menyalahkan wasit dalam setiap pertandingan.

"Kalau tidak senang (wasit) lapor disertai bukti-bukti, tidak perlu reaktif. Harusnya sebagai pelatih punya etika, kita saling menghormati," kata Pengamat Sepakbola Tony Ho dikonfirmasi detikSulsel, Senin (8/8/2022).

Aksi Bernardo saat memberi keterangan dengan memukul meja usai laga melawan Persija Jakarta dinilai tak pantas. Aksi ini memperlihatkan kesombongannya sebagai pelatih.


"Kan sudah ada aturan kalau tidak puas silahkan buat surat protes PSSI kemudian disertai bukti-bukti itu yang elegan, tidak pukul-pukul meja," jelasnya.

Aksi marah dengan memukul meja di depan media saat prescon, menurut Tony Ho tak mencerminkan sebagai seorang pelatih profesional. Aksi inipun tak dapat di contoh.

"Bukan dengan cara begitu, apa yang mau di pelajari terhadap pelatih Indonesia sama kalian (pelatih asing). Pukul meja, itukan sangat tidak sopan iyakan," terang pelatih pemegang Lisensi AFC Pro tersebut.

Tony Ho menyarankan, agar sebelum melakukan aksi kritikan kepada wasit, pelatih asal Portugal ini juga harus melihat full jalannya pertandingan. Menonton ulang siaran pertandingan merupakan cara yang harus dilalukan sebelum mengajukan protes.

"Marah ok, tapi juga harus lihat video kembali sebelum bereaktif. Apakah semata-mata PSM dirugikan, tidak menurut saya Persija juga di rugikan," terangnya.

"Jujur bicara berapa kali juga itu wasit merugikan Persija. Harusnya corner kick tidak dikasih corner kick," tambahnya.

Mantan asisten pelatih PSM Makassar ini mengaku, pelatih yang datang ke Indonesia memiliki kemampuan yang bagus dengan lisensi di atas dari pelatih yang ada di Indonesia. Harusnya itu dapat memberi contoh baik.

"Mereka dari Eropa tentu sepak bola lebih maju, harusnya datang ke Indonesia tahu budaya kita. Saling menghormati," ujarnya.

Sebelumnya, Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares kecewa dengan kepemimpinan wasit saat laga PSM Makassar vs Persija Jakarta. Ia bahkan dengan lantang sampai menggebrak meja menyatakan kepemimpinan wasit seperti lelucon.

"Lawan Persija Jakarta kita draw, tapi kita hampir kalah gara-gara lelucon wasit yang dibuat di pertandingan," ungkap Bernardo saat sesi konferensi pers, Jumat (5/8) lalu.



Simak Video "Bentrok Sesama Suporter PSM Makassar di Parepare"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)