Teka-teki Proyek Stadion Mattoanging Saat Tender Masih Berproses

Taufik Hasyim - detikSulsel
Sabtu, 19 Feb 2022 06:00 WIB
Pembangunan Stadion Mattoanging Makassar (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Foto: Pembangunan Stadion Mattoanging Makassar (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Jakarta -

Stadion Mattoanging kini berubah wujud menjadi kubangan yang pernah memakan korban jiwa setelah dibongkar namun kelanjutannya penuh teka-teki. Banyak pihak terutama suporter PSM Makassar menanti kelanjutan pembangunan stadion Mattoanging yang kini ditender ulang.

Stadion bersejarah ini dibangun karena Makassar menjadi tuan rumah PON IV, tepatnya 6 Juli 1957 silam. Usianya sudah hampir 65 tahun. Stadion yang penuh kenangan.

Bagi suporter PSM Makassar, Mattoanging bukanlah sekadar stadion. Mattoanging adalah simbol harga diri, simbol kejayaan sepak bola Sulsel. Kesannya selalu angker bagi tim tamu.


Sejatinya, pernah ada harapan Mattoanging yang kian dimakan usia akan berubah wajah. Di era Gubernur Sulsel dijabat Nurdin Abdullah, Mattoanging bakal disulap dengan wajah baru. Kapasitas menjadi 40 ribu penonton dari hanya 15 ribu.

Desainnya mewah. Arsiteknya pun tak sembarangan. Gregorius Antar Awal atau lebih beken dikenal dengan nama Yori Antar. Arsitek stadion GBK ini ikut dilibatkan. Anggaran yang disiapkan besar Rp1 triliun.

Namun mimpi punya stadion berstandar FIFA tinggallah mimpi. Nurdin Abdullah terjerat kasus. Rencana pembangunan stadion ikut terimbas menjadi tidak pasti. Sayang, bangunan lama stadion sudah terbongkar. Berganti kubangan bekas galian.

Kelanjutan pembangunan tetap diupayakan di era Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Namun anggaran disiapkan hanya sekitar Rp70 miliar. Sangat jauh dibanding anggaran yang pernah dijanjikan Nurdin Abdullah.

Tender Diulang

Akhir tahun lalu, proyek pembangunan stadion Mattoanging dilelang. Namun gagal tender karena tak ada peserta memenuhi kualifikasi.

Kepala Bappelitbanngda Sulsel, Andi Darmawan Bintang menuturkan proyek Stadion Mattoanging memang sempat gagal tender. Penyebabnya karena tidak ada perusahaan yang memenuhi kualifikasi sehingga dilakukan tender ulang.

"Kita harap tender kali ini bisa lancar. Waktunya sekitar 45 hari. Ada pemenang tender dan setidaknya April sudah bisa konstruksi," jelasnya, Selasa (15/2/2022)

Lelang ulang proyek Stadion Mattoanging sudah memasuki tahapan evaluasi dokumen kualifikasi. Tender ulang diikuti sekitar 104 peserta.

Anggaran Awal Fokus Lapangan Rumput

Kelanjutan proyek stadion Mattoanging terus diupayakan setelah tender yang pertama gagal. Tender kedua dibuka lagi.

"Saat ini proses tender ulang berjalan. Akhir Maret atau April kita harap sudah bisa mulai konstruksi," ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Andi Arwien Azis kepada detikSulsel, Selasa (15/2).

Arwien menyebut anggaran yang disiapkan sebesar Rp66,2 miliar memang tidak mungkin untuk membangun stadion keseluruhan. Pembangunan stadion disebutnya bertahap. Ini menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

"Anggaran ini untuk lapangan rumput dahulu bisa fungsional. Kita harap November sudah tuntas," ucapnya.

Menurutnya, pembangunan lapangan rumput ini akan berstandar internasional atau berstandar FIFA. Belum bisa menyaingi langsung proyek Jakarta International Stadium (JIS) namun lapangan rumputnya nanti disebut bisa menyamai kualitas rumput JIS.

"Termasuk drainasenya sehingga air tak menggenang saat hujan. Begitu lapangan tuntas maka dilanjutkan dengan pembangunan tribune dan bagian lainnya," tuturnya.

Desakan Suporter Terus Mengalir

Keresahan suporter PSM Makassar soal nasib stadion Mattoanging terus disuarakan. Bahkan sejumlah aliansi atau kelompok suporter sudah mengadukan langsung nasib proyek ini ke Gedung Senayan dan diterima khusus di Komisi X DPR RI.

"Tidak ada kata lain harus secepatnya di bangun karena banyak kenangan orang tua kita, kakek kita dulu banyak kenangan dan sejak 1957 sampai detik pembongkaran itu masih banyak kenangan," kata Suporter Komunitas Vip Selatan Ewink dikonfirmasi, Sabtu (18/2).

Ewink menyebut suporter tak mau masuk dalam polemik terkait stadion Mattoanging yang belum dibangun karena dinilai bermasalah. Ia hanya meminta Pemerintah memiliki hati nurani membangun Mattoanging yang menjadi markas PSM Makassar.

"Persoalan jangan politik, suporter tidak mau tahu, urusan para petinggi. Intinya kapan ada peletakan batu pertama dan kapan di mulai. Jangan mattoanging jadikan ajang politik pengumpul suara calon Pilgub selanjutnya," tegasnya.

(tau/nvl)