Warga Keluhkan Proyek Jalan Pemkot Parepare Mangkrak 2 Bulan

Warga Keluhkan Proyek Jalan Pemkot Parepare Mangkrak 2 Bulan

Ardiansyah - detikSulsel
Senin, 19 Okt 2026 17:00 WIB
Warga Parepare keluhkan proyek jalan lorong yang terhenti, akses kendaraan terputus selama dua bulan.
Foto: Warga Parepare keluhkan proyek jalan lorong yang terhenti, akses kendaraan terputus selama dua bulan. Ardiansyah/detikSulsel
Parepare -

Warga mengeluhkan proyek pembangunan jalan lorong di Jalan Menara, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pengerjaan drainase yang tak kunjung rampung membuat akses kendaraan ke rumah warga terputus selama kurang lebih dua bulan.

Pantauan detikSulsel di Jalan Menara, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, pada Senin (19/10/2026) pukul 14.50 Wita, jalan sepanjang sekitar 200 meter tersebut sejatinya sudah selesai dibeton. Namun, perbaikan drainase di sisi kiri dan kanan jalan terlihat belum selesai dikerjakan.

Di lokasi proyek, material besi tampak dibiarkan di jalanan. Kayu bekisting juga masih terpasang di sebagian titik, sementara galian drainase di sepanjang jalan masih terbuka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, sejumlah jembatan penghubung dari jalan ke rumah warga tampak sudah dibongkar. Di beberapa titik tidak disiapkan akses kendaraan alternatif, meski di titik lainnya masih terlihat sisa bongkaran jembatan.

Salah seorang warga setempat berinisial UR mengeluhkan terputusnya akses kendaraan ke rumahnya akibat pembongkaran tersebut. Dia mengaku bersedia jembatannya dibongkar karena mengira pengerjaannya hanya berlangsung singkat.

ADVERTISEMENT

"Kami mengeluh karena akses jalan kendaraan masuk di rumah tidak ada. Dibolehkan dibongkar karena dikira cuma satu minggu sudah bisa digunakan lagi jalanan. Ternyata sampai saat ini belum dilanjutkan pembangunannya, sudah kurang lebih 2 bulan dibongkar," kata UR kepada detikSulsel.

UR mengaku kesulitan saat hendak memasukkan motor ke rumahnya akibat drainase yang belum rampung. Pihaknya berharap pengerjaan proyek ini bisa segera diselesaikan.

"Susah kalau mau masuk motor karena dibongkar itu untuk bangun drainase, tapi belum jadi-jadi. Pasti mau kalau cepat diselesaikan supaya lebih luas kembali jalanan," keluhnya.

Keluhan senada disampaikan warga lainnya berinisial WD. Menurutnya, pengerjaan di lokasi proyek tersebut sudah terhenti cukup lama meski material bangunan sudah berada di tempat.

"Sudah lama ini tidak ada lagi pekerjaan. Ada ji material besinya cuma tidak muncul pekerjanya, ya sekitar sebulan mi," ungkap WD.

Meski pengerjaan sempat mangkrak, WD melihat mesin molen pengaduk semen sudah kembali disiagakan di lokasi. Ia berharap proyek tersebut bisa cepat dilanjutkan sampai tuntas.

"Iya, sudah ada lagi molennya. Semoga bisa mi cepat dikerja," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Parepare, Andi Talhayanti mengatakan pihaknya telah melayangkan teguran kepada pihak kontraktor. Dia memastikan pengerjaan proyek akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.

"Kami sudah kasih teguran dan hasil koordinasi dengan pelaksana pekerjaan, dalam waktu dekat akan dilanjutkan pekerjaan," kata Andi Talhayanti saat dihubungi detikSulsel.

Dari data papan proyek di lokasi, rekonstruksi jalan lorong Menara itu dikerjakan oleh perusahaan CV Sinar Harapan Konstruksi. Proyek itu menelan anggaran Rp 137 juta lebih.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads