Peran Vital Pelabuhan Parepare Bagi Logistik Pulau Kalimantan

Peran Vital Pelabuhan Parepare Bagi Logistik Pulau Kalimantan

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 15 Okt 2026 17:00 WIB
General Manager Pelindo Regional 4 Darwis dan Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Deby Rahmad Wicaksono.
Foto: General Manager Pelindo Regional 4 Darwis dan Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Deby Rahmad Wicaksono. Osmawanti Panggalo/detikSulsel
Parepare -

Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi salah satu jalur penghubung transportasi laut antara Pulau Sulawesi dan Kalimantan. Pelabuhan ini melayani mobilitas penumpang hingga barang ke sejumlah daerah di Kalimantan.

General Manager Pelindo Regional 4 Darwis mengatakan Pelabuhan Parepare memiliki konektivitas langsung dengan sejumlah pelabuhan di Kalimantan. Keberadaan pelabuhan ini juga memudahkan masyarakat dari sejumlah daerah di Sulsel untuk bepergian ke Kalimantan melalui jalur laut.

"Pelabuhan Parepare ini salah satunya pelabuhan yang langsung menghubungkan Pulau Kalimantan. Antara lain Samarinda, kemudian Nunukan, Balikpapan, sama daerah Bontang, Sangatta," kata Darwis kepada wartawan di acara Media Port Visit Pelabuhan Garongkong dan Pelabuhan Parepare, Kamis (15/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Pelabuhan Parepare menjadi salah satu akses transportasi laut bagi masyarakat dari wilayah selatan Sulsel, seperti Toraja dan Palopo. Dengan demikian, penumpang dari daerah tersebut dapat memanfaatkan Pelabuhan Parepare tanpa harus terlebih dahulu menuju Makassar.

"Jadi kalau keberadaannya kita di sini, penumpang-penumpang yang dari arah bawah-Toraja, Palopo, itu pasti lewat sini, enggak mesti lewat Makassar, " jelasnya.

ADVERTISEMENT

Selain melayani penumpang, Pelabuhan Parepare juga berperan dalam distribusi barang kebutuhan pokok ke Kalimantan. Pengangkutan barang dilakukan melalui kontainer maupun kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro), dengan kapal Ro-Ro menjadi moda yang dominan.

"Barang-barang sembako itu muatnya dari Pelabuhan Parepare. Bisa melalui kontainer, tapi yang dominan itu tetap melalui kapal Ro-Ro yang langsung dari Pelabuhan Parepare ke wilayah Kalimantan," jelasnya.

Darwis menilai Pelabuhan Parepare juga berpotensi mendukung konektivitas menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini berkaitan dengan perannya dalam melayani mobilitas masyarakat dari Sulawesi serta distribusi barang kebutuhan pokok melalui jalur laut.

Menurutnya, akses laut melalui Pelabuhan Parepare dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dari Pulau Sulawesi yang hendak melakukan perjalanan menuju wilayah Kalimantan.

"Kalau menurut saya, walaupun saya orang baru, termasuk. Karena dari sini, baik secara sembakonya maupun orang-orangnya, mobilitas orang dari Pulau Sulawesi untuk akses laut bisa paling mudah melalui Parepare, Pelabuhan Parepare ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Darwis mengungkapkan, aktivitas penumpang dan kargo di Pelabuhan Parepare terus mengalami pertumbuhan setiap tahun. Pertumbuhan tersebut berada pada kisaran 4-8% untuk kedua sektor.

"Kalau pertumbuhannya masih di bawah 10%, tapi setiap tahun mengalami pertumbuhan. Secara datanya itu di kisaran antara 4 sampai 8% pertumbuhannya, baik penumpang maupun kargo untuk di Pelabuhan Parepare," bebernya.



(hsr/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads