Antrean Solar di SPBU Dekat Rujab Walkot Parepare Bikin Macet

Antrean Solar di SPBU Dekat Rujab Walkot Parepare Bikin Macet

Ardiansyah - detikSulsel
Rabu, 14 Okt 2026 09:34 WIB
Antrean pengisian solar di SPBU dekat Rujab Wali Kota Parepare.
Foto: Antrean pengisian solar di SPBU dekat Rujab Wali Kota Parepare. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Truk yang hendak mengisi BBM jenis solar mengantre hingga sepanjang satu kilometer di dekat Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 27 unit truk mengular di sepanjang bahu jalan hingga memicu kemacetan.

Pantauan di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 1, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Rabu (14/10/2026) pukul 09.30 Wita, terlihat deretan truk angkutan barang terparkir mendekati pemukiman warga. Antrean panjang truk besar itu membuat arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut tersendat.

Motor dan mobil yang melintas di sekitar kawasan Rujab terpaksa memperlambat laju kendaraannya. Penyempitan badan jalan akibat deretan truk membuat arus lalu lintas dari dua arah tersendat

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah lamanya waktu menunggu, para sopir terlihat beraktivitas di sekitar kendaraan mereka masing-masing. Beberapa sopir bahkan memilih untuk beristirahat dan tidur di atas truk mereka.

Sementara itu, suasana di SPBU Jenderal Ahmad Yani kilometer 2 tampak dipadati kendaraan. Petugas SPBU terlihat sibuk melayani satu per satu truk yang secara bergantian masuk ke area pengisian.

ADVERTISEMENT

Meski antrean truk mengular begitu panjang, petugas SPBU terpantau hanya mengoperasikan satu nozel pengisian solar. Terbatasnya fasilitas pengisian yang dibuka membuat proses transaksi berlangsung sangat lambat.

Salah seorang sopir truk, Nasir mengeluhkan kondisi antrean panjang yang menyita banyak waktu perjalanan ini. Dia mengaku sudah tertahan di lokasi sejak pagi hari demi mendapatkan solar.

"Iya, antre solar sudah ada satu jam lebih, sudah dari tadi pagi saya antre di sini. Ada kalau satu kilometer ini panjangnya antrean," kata Nasir saat ditemui di lokasi.

Nasir mengaku pasrah mengantre berjam-jam demi mendapatkan solar. Dia tidak memiliki pilihan lain selain tetap bersabar dalam barisan antrean.

"Mau bagaimana lagi, kalau tidak antre kita tidak bisa jalan cari nafkah," tuturnya.

Sopir truk lainnya, Udin juga menyampaikan keluhan serupa terkait hambatan operasional yang dialaminya. Menurutnya, masalah kelangkaan solar ini hampir terjadi setiap hari di wilayah tersebut.

"Hampir tiap hari begini kondisinya. Kita rugi waktu dan tenaga cuma buat nunggu solar," ujar Udin.

Udin berharap ada perhatian serius serta tindakan nyata dari pihak pemerintah dan pengelola SPBU. Menurutnya, pihak Pertamina harus turun melakukan pengawasan dan menambah stok solar.

"Harapannya ada perhatian supaya stok solar di SPBU ditambah. Turun juga awasi itu pelangsir yang bikin habis solar cepat," katanya.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads