Kabut asap tipis menyelimuti wilayah Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrem dan angin kencang memicu perpindahan asap hingga ke kawasan pemukiman warga.
Pantauan detikSulsel, Senin (5/10/2026) pukul 12.40 Wita, sejumlah wilayah di Kota Parepare mulai diselimuti kabut asap tipis. Kondisi itu membuat pemandangan pegunungan tampak samar.
Kabut asap tipis tersebut juga mulai merangsek ke kawasan pemukiman warga. Pemandangan serupa turut terlihat di wilayah perairan laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Muh Rasdy Gery, mengungkapkan fenomena itu dominan berasal dari wilayah tetangga. Asap terbawa melintasi batas daerah akibat hembusan angin yang cukup kencang.
"Sebagian besar 2 sampai 3 hari belakangan ini, (asap) kiriman dari arah Barru dan Sidrap. Kemarin juga ada dari Kalimantan yang terbawa angin ke Sulawesi," ujar Rasdy Gery kepada detikSulsel, Senin (5/10/2026).
Meski kabut asap mulai terlihat, BPBD memastikan kondisi kualitas udara di Parepare saat ini masih tergolong aman. Fenomena tersebut belum memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat lokal.
"Kondisi masih normal dan belum mempengaruhi kesehatan warga," ujarnya.
Secara visual, penampakan kabut asap ini terlihat samar menyerupai embun tipis di pagi hari. Kemunculan fenomena ini biasanya mulai terpantau makin jelas saat memasuki siang hari.
"Pagi biasanya cerah. Kabut asap ini rata-rata terpantau muncul pada siang hari," jelas Rasdy.
Menghadapi kondisi cuaca tersebut, BPBD Parepare mengimbau warga untuk tetap waspada saat beraktivitas di luar gedung. Masyarakat diminta mengenakan pelindung diri dan membatasi kontak langsung dengan terik matahari.
"Gunakan masker saat keluar rumah atau kantor. Hindari juga paparan sinar matahari langsung karena cuaca bisa mencapai 40 derajat Celsius," imbaunya.
Dia juga mengklaim, kejadian kebakaran lahan di wilayah Parepare sudah mengalami penurunan drastis selama seminggu terakhir. Kebakaran lokal yang muncul dapat segera dipadamkan sehingga tidak memicu akumulasi asap berkepanjangan.
"Seminggu terakhir kebakaran lahan sangat berkurang. Jadi asap lokal hanya sesaat, begitu api padam maka asap hilang," pungkasnya.
