Siswa SMAN 1 Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Najim Al Haqoni berhasil meretas dan menemukan celah keamanan atau bug pada sistem milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Najim mengau belajar programer secara otodidak dari internet.
"Awalnya itu saya pada malam hari cuma iseng. Kalau ini sebenarnya saya belajar sendiri dari YouTube sama Google, dan juga ada komunitasnya sendiri," kata Najim kepada detikSulsel, Senin (5/10/2026).
Keisengan tersebut bermula saat ia melihat informasi mengenai anak muda yang mendapat surat penghargaan dari NASA. Didorong rasa penasaran, Najim pun mulai mempelajari sistem keamanan NASA secara mandiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena melihat-lihat di berita juga banyak anak-anak zaman sekarang yang dapat surat seperti ini. Makanya pada malam hari saya coba-coba untuk buka-buka, lihat-lihat YouTube untuk belajar," tuturnya.
Najim kemudian mencoba menganalisis dan mempraktikkan materi yang dipelajarinya. Tak disangka, eksperimen mandirinya tersebut berhasil menembus sistem keamanan lembaga penerbangan Amerika Serikat tersebut.
"Saya pelajari bagaimana sistem cara kerjanya ini program dari NASA. Nah, ternyata itu setelah saya coba-coba ternyata bisa," ungkap Najim.
Najim menjelaskan jenis kerentanan yang ditemukannya berkategori link hijacking. Melalui metode itu, ia dapat menguasai akun untuk mengakses di situs yang sudah tidak aktif.
"Sebenarnya ini nama serangannya tuh ada link hijacking. Jadi kayak saya bisa mengambil alih username dari akun dari admin NASA," jelasnya.
Najim menerangkan situs yang diretasnya merupakan halaman resmi milik NASA yang sudah mati. Meski begitu, akses kontrol situs tersebut masih bisa diambil alih.
"Jadi itu adalah situs mati lah bahasanya. Situs mati yang link-nya ini bisa saya ambil alih," katanya.
Usai menemukan celah keamanan tersebut, Najim langsung melapor secara resmi melalui platform bug bounty Bugcrowd. Laporannya direspons positif oleh pihak NASA hingga diberikan apresiasi berupa surat penghargaan.
"Ini mungkin kayak sekadar piagam penghargaan bagi NASA kepada anak-anak atau para programmer yang berhasil membantu mereka untuk memperbaiki celah keamanan di website mereka," ujar Najim.
"Perasaannya kaget sama senang aja karena saya nggak nyangka. Dikirim lewat email (laporannya)," lanjutnya.
Selain belajar lewat mesin pencari dan platform video, ia juga aktif berdiskusi dalam jaringan komunitas programmer. Aktivitas ini membantunya memperdalam wawasan seputar dunia peretasan.
"Saya masuk ke komunitas, belajar-belajar bersama mereka semua. Iya, otodidak," imbuh Najim.
Pihak SMAN 1 Parepare memberi apresiasi tinggi atas keberhasilan anak didiknya. Guru SMAN 1 Parepare, Sahran, menilai pencapaian Najim sebagai prestasi yang luar biasa.
"Tentu kami dari pihak sekolah sangat bangga terhadap anak kami ini. Pernah bayangkan, dia bisa menembus sistem keamanan NASA, sehingga diberi apresiasi," puji Sahran.
Sahran menyebut keberhasilan menembus sistem keamanan sekelas NASA merupakan hal yang tergolong langka bagi pelajar Indonesia. Prestasi ini membawa nama baik bagi sekolah.
"Itu tidak gampang. Sekian ratus ribu pelajar di Indonesia, kami bangga karena SMA 1 mampu menembus dan diakui," ucapnya.
Bakat yang dimiliki Najim juga tak lepas dari peran keluarga. Ayah Najim yang bertindak sebagai guru TIK di SMAN 1 Parepare turut memberikan dukungan penuh bagi perkembangan bakat anaknya.
"Secara genetik dia ada warisan dari orang tuanya yang juga guru TIK di sekolah ini. Jadi itu kesempatan dia untuk berkembang karena di-backup juga oleh ayahnya," pungkasnya.
