2.448 Warga Pindah dari Parepare hingga Juni 2026, Mayoritas ke Kalimantan

2.448 Warga Pindah dari Parepare hingga Juni 2026, Mayoritas ke Kalimantan

Ardiansyah - detikSulsel
Selasa, 11 Agu 2026 18:00 WIB
Ilustrasi Transmigrasi
Ilustrasi. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Parepare -

Sebanyak 2.448 warga memutuskan angkat kaki dari Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Mayoritas warga yang pindah keluar tersebut karena alasan pekerjaan ke Pulau Kalimantan.

Kadisdukcapil Parepare Suriani menjelaskan bahwa selisih angka warga yang keluar dan masuk terbilang dinamis. Pergerakan perpindahan itu banyak dipicu oleh status Parepare sebagai kota transit serta kebutuhan ekonomi masyarakat.

"Untuk semester 1 ini, yaitu Januari sampai Juni, itu yang pindah atau yang keluar dari Parepare berjumlah 2.448 orang," kata Suriani kepada detikSulsel, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga yang berpindah tersebut dihitung berdasarkan satuan jiwa, bukan hanya jumlah Kartu Keluarga (KK). Pasalnya, setiap KK memiliki jumlah anggota keluarga yang bervariasi.

"Jadi, bisa 1 KK 5 orang, bisa 1 KK 3 orang. Jadi ini jumlah orang," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pendataan pihak Disdukcapil, mayoritas warga yang memilih angkat kaki dari Parepare itu memutuskan merantau ke luar pulau. Pulau Kalimantan menjadi daerah tujuan yang paling mendominasi bagi para pemudik dan pekerja.

"Data 2.000 lebih itu rata-rata keluar provinsi seperti Kalimantan. Tujuan utama adalah Kalimantan," ungkap Suriani.

Faktor lapangan kerja dan kegiatan perdagangan disebut menjadi alasan di balik keputusan warga menetap di pulau tetangga tersebut. Banyak dari mereka yang akhirnya memindahkan status kependudukannya secara permanen.

"Itu mungkin terkait dengan pekerjaan. Ya, bekerja, berdagang di sana. Akhirnya dia pindah ke Kalimantan," ujarnya.

Di sisi lain, jumlah warga yang datang dan mendaftarkan diri sebagai penduduk baru di Parepare tercatat sebanyak 1.936 orang. Angka perpindahan masuk dan keluar ini dinilai masih cukup seimbang untuk wilayah yang tergolong daerah transit.

"Yang datang itu yang masuk ke Parepare yaitu 1.936. Jadi ini tidak terlalu signifikan ya, antara keluar dan masuk warga di Parepare karena memang kita ini daerah transit," tutur Suriani.

Suriani juga menguraikan tiga alasan mendasar yang memicu warga dari luar daerah memilih masuk dan menetap di Parepare. Urusan pekerjaan dan pendidikan masih menjadi alasan utama.

"Penduduk masuk ke Parepare dengan tujuan yang pertama, sekolah di Parepare. Yang kedua pekerjaan di Parepare nah ini yang banyak dan ketiga mengikuti keluarga," terangnya.

Jika dibandingkan dengan rekapitulasi data kependudukan sepanjang tahun 2025 lalu, angka warga yang pindah keluar pada pertengahan tahun 2026 ini menunjukkan sedikit kenaikan. Selisih bersih kepindahan saat ini berada di kisaran 500-an jiwa.

"Kalau saya lihat trennya untuk tahun ini ada peningkatan sedikit. Kalau tahun kemarin (2025) itu yang pindah keluar sekitar 2.200 sekian," paparnya.

Sementara untuk jumlah pendatang pada tahun lalu tercatat berada di angka yang relatif konsisten dengan capaian semester ini. Pihak Disdukcapil akan terus memperbarui data hingga penutupan akhir tahun.

"Yang datang juga hampir sama, 1.900 sekian untuk 2025 satu tahun kemarin. Nah, ini saya kasih data terbaru sampai dengan bulan Juni," pungkasnya.



(asm/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads