Sebuah kotak amal di Masjid Raya Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), dibobol maling. Aksi nekat pelaku sempat terekam CCTV masjid setelah sebelumnya berpura-pura duduk memantau situasi sekitar.
Aksi pencurian itu terjadi di Masjid Raya Parepare, Jalan Masjid Raya, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Rabu (5/8) sekitar pukul 08.30 Wita. Aksi pencurian itu awalnya terungkap dari laporan petugas kebersihan masjid.
"Itu berawal dari tenaga kebersihan masjid. Memang dia di bagian di situ untuk kotak amal itu, untuk di bagian penitipan sandal, kotak amal itu. Begitu dia mau kasih keluar, dia lihat terbuka kaca gemboknya, kan? Laporlah ke bagian IT untuk membuka CCTV," kata Sekretaris Pengurus Masjid Raya Parepare, Abdul Rahman kepada detikSulsel, Kamis (6/8/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah laporan diterima, pihak pengurus masjid langsung memeriksa rekaman CCTV untuk melacak pelaku. Dalam rekaman tersebut, terlihat pergerakan seorang pria yang sengaja memilih area sudut yang tidak terjangkau kamera.
"Di CCTV, kita lihat pergerakan oknum ini kami tidak tahu dia dari mana, jadi mencurigakan. Ternyata ditelusuri CCTV, dia berawal dari duduk pinggir tembok yang sedikit tidak mengenai CCTV," ungkapnya.
Abdul Rahman menjelaskan pelaku sempat memantau suasana di sekeliling area dalam masjid. Pelaku bahkan berkeliling terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada jemaah yang memperhatikan aksinya.
"Sambil memperhatikan keliling dalam ruangan masjid, mungkin karena tidak ada orang dilihat, jadi dia mobile dulu. Keliling-keliling, ya dia lihatlah itu sasaran celengan, kotak amal itu," ujar Abdul Rahman.
Begitu merasa situasi benar-benar aman, pelaku segera mendekati kotak amal dan merusak gemboknya. Pelaku kemudian sempat kembali ke posisi awal untuk mengenakan penutup kepala demi menyamarkan identitasnya.
"Setelah dia menganggap dirinya mungkin safety, dia pergi samping untuk otak-atik itu kunci. Otak-atik kunci, setelah dia rusak gembok, kembali lagi ke tempatnya, ambil syal tutup kepala, baru pergi ambil itu uang," bebernya.
Uang tunai yang berhasil digondol pelaku diperkirakan mencapai ratusan ribu rupiah. Pelaku lantas melarikan diri ke luar masjid melalui pintu jemaah perempuan sambil mengganti penutup kepalanya.
"Menurut informasi anggota yang jaga di situ, itu kurang lebih Rp 300.000 sampai Rp 400.000 isi kotak itu. Setelah dia ambil uang itu, dia keluar lewat pintu jemaah muslimah. Baru keluar, di luar dia buka syal ganti topi. Nah, begitu kejadian singkatnya," urai Abdul Rahman.
Pihak pengurus mengungkapkan aksi pencurian tersebut diduga kuat berlangsung pada pagi hari. Kejadian ini baru disadari pengurus beberapa saat setelahnya usai rekaman CCTV diperiksa secara menyeluruh.
"Kejadiannya kemarin tanggal 5 itu, diketahui itu jam 08.30 kami baru dapat setelah kami lihat CCTV," katanya.
Atas peristiwa itu, pengurus Kesekretariatan Masjid Raya Parepare telah mengadukan kejadian tersebut ke kantor polisi. Pihak kepolisian pun sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa rekaman kamera pengawas.
"Kebetulan saya selaku sekretariat masjid, sudah melaporkan ke Polsek KPN. Tindak awal daripada penegak hukum itu, setelah kami memberikan laporan, pihak Polsek, Reserse, dan Resmob datang melakukan pemeriksaan CCTV. Dan itu sudah dilakukan," jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Parepare membenarkan adanya laporan terkait pembobolan kotak amal masjid. Saat ini, pihak kepolisian sudah turun melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.
"Sementara dilakukan pencarian terhadap terduga pelakunya," pungkasnya.
