Sengsara Warga Parepare Akibat Krisis Air Bersih

Tim detiksulsel - detikSulsel
Rabu, 05 Agu 2026 07:00 WIB
Foto: Ardiansyah/detikSulsel
Parepare -

Krisis air bersih di musim kemarau mulai membawa kesengsaraan bagi warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga bahkan terpaksa naik turun bukit demi mencari sumber air di sumur kerabatnya.

Seorang warga Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Nurhalimah mengatakan pasokan air bersih di rumahnya sudah terhenti selama tiga hari. Kondisi itu membuatnya harus berjalan kaki cukup jauh demi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sudah tiga hari sama ini (air tidak mengalir). Mengungsi mandi di rumahnya Mama," kata Nurhalimah kepada wartawan, Senin (3/8/2026).

Nurhalimah beserta anak-anaknya harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah kerabatnya. Perjalanan menuju sumur itu harus menembus medan berbukit selama puluhan menit.

"Ada 20 menit tadi ke sini. Kita jalan ke atas (bukit). Jalan-jalan begitu sama anak-anak, naik-turun bukit," ujarnya.

Dia mengatakan, keterbatasan air bersih itu berimbas langsung pada aktivitas pendidikan anak-anaknya. Dia bahkan terpaksa melarang anaknya pergi ke sekolah jika pasokan air benar-benar tidak ada.

"Ya terpaksa tidak sekolah dulu kalau tidak ada air, karena tidak mandi," ungkap Nurhalimah.

Sementara itu, seorang warga lainnya bernama Fajar mengaku sudah seharian tak kunjung dapat air bersih. Dia mengatakan, kondisi krisis air bersih juga dialami sejumlah tetangganya.

"Sejak kemarin (susah air). Cuma tidak tahu, beda-beda biasanya orang. Ada yang dua, tiga hari tidak mengalir airnya," tutur Fajar.

Fajar mengaku belum mandi seharian setelah pulang dari kerja. Dia terpaksa akan menumpang lagi di rumah keluarganya untuk mandi.

"Ini lagi baru saya pulang kerja belum mandi, mengungsi ke rumah nenek mandi," ujarnya.

Menurutnya, warga lain punya cara masing-masing untuk menyiasati krisis air itu. Salah satunya dengan mengangkut air dari masjid.

"Beda-beda (cara warga lain), ada orang pergi ke masjid pakai jeriken ambil air, bolak-balik pakai motor. Mudah-mudahan jalan air, bisa dipakai mandi, mencuci," harapnya.

PAM Tirta Karajae Buka Opsi Penggiliran Air

Pihak manajemen PAM Tirta Karajae mengakui adanya penurunan drastis pada pasokan air baku permukaan saat ini. Dalam kondisi normal produksi mencapai 120 hingga 130 liter per detik, namun kini diproyeksikan anjlok menjadi 60 hingga 80 liter per detik.

"Kondisi air PDAM yang kita lihat ini sangat menurun akibat pengaruh musim sekarang yang sangat ekstrem. Sehingga berdampak pada pendistribusian dan pengolahan air bersih di Kota Parepare, khususnya yang terlayani sumber air permukaan," ujar Direktur PAM Tirta Karajae Parepare, Abdul Azis kepada detikSulsel, Senin (3/8/2026).

Untuk menyiasati krisis air yang meluas, pihak PAM Tirta Karajae mulai menyiapkan opsi penggiliran distribusi ke wilayah pelanggan. Langkah taktis tersebut diambil agar masyarakat tetap bisa mendapatkan pasokan air secara merata.

"Kalau cuaca bertahan seperti ini, besar kemungkinan dilakukan penggiliran untuk daerah-daerah tertentu. Pada jam-jam tertentu kami matikan di satu wilayah, kemudian distribusikan ke yang lain," jelasnya.

Selain menerapkan sistem gilir aliran pipa, bantuan langsung menggunakan armada mobil tangki juga disiagakan ke pemukiman warga. Penyaluran armada tangki ini diharapkan dapat meredam beban masyarakat, terutama warga di kawasan perbukitan.

"Itu mungkin langkah taktis yang coba kita lakukan di samping dengan membantu masyarakat untuk pendistribusian langsung dengan menggunakan armada mobil tangki," kata Azis.

Dia mengaku pendataan wilayah yang terdampak masih berjalan. Sistem jaringan pipa distribusi di Parepare yang saling terhubung membuat dampak penurunan pasokan tersebar di beberapa titik.

"Kalau terkait jumlah kecamatan itu belum bisa kita data. Karena kita punya pipa itu interkoneksi ji. Cuman kita ada memang pasti akan ada terdampak, tetapi itu masih bisa terlayani," katanya



Simak Video "Video: Krisis Air Bersih di Kadujajar, 2 Km Ditempuh Demi Setetes Air Bersih"

(hmw/hmw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB