Tiga pelaku yang mengeroyok seorang kurir di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya ditangkap polisi setelah buron selama sebulan. Ketiganya diringkus oleh Tim Resmob Polres Parepare di tempat persembunyiannya.
"Benar, tiga orang terduga pelaku tindak pidana kekerasan secara bersama-sama atau pengeroyokan yang merupakan Target Operasi (TO) Pekat Lipu 2026 berhasil kami amankan," kata Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muhammad Saleh kepada detikSulsel, Selasa (7/7/2026).
Ketiga pelaku itu ditangkap di Jalan Haji Agussalim, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Senin (6/7) pukul 13.00 Wita. Ketiga pelaku yang diamankan adalah Aditya Anugrah Setiawan (21), Muh Nasar (20), dan Muhammad Fikri (19).
"Anggota Tim Resmob melakukan serangkaian penyelidikan, dan dari hasil penyelidikan anggota mendapat informasi bahwa terduga pelaku berada di Jalan Haji Agussalim," ujar Saleh.
Dari hasil interogasi, ketiga pelaku mengakui mereka mengeroyok korban, Sendi Saputra Burhan (21), secara brutal dengan peran yang berbeda-beda. Insiden penganiayaan itu diketahui terjadi di Jalan Bukit Madani, Kelurahan Lapadde, pada Selasa (2/6) dini hari lalu.
"Lelaki Aditya Anugrah Setiawan mengakui dan membenarkan bahwa ia melakukan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama tersebut dengan cara memukul dan menendang korban secara berulang kali secara brutal pada bagian kepala dan perut," ungkap Saleh.
Tidak hanya Aditya, dua rekannya yang lain juga ikut menyiksa korban. Saat itu korban dijebak menggunakan orderan kurir palsu.
"Lelaki Muhammad Nasar mengakui dan membenarkan bahwa ia melakukan tindak pidana kekerasan tersebut dengan cara menabrak korban menggunakan motor sebanyak satu kali," beber Saleh.
"Sementara lelaki Muhammad Fikri menerangkan bahwa ia memukul korban menggunakan tangan kosong/dikepal sebanyak satu kali pada bagian kepala," katanya.
Saleh menjelaskan bahwa aksi pengeroyokan ini didasari oleh rasa sakit hati dan cemburu dari pelaku utama, Aditya. Ia kesal karena korban kerap menghubungi istrinya.
"Lelaki Aditya menerangkan bahwa ia melakukan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama tersebut karena emosi terhadap korban yang mengganggu dan menghubungi istrinya," pungkas Saleh.
Sebelumnya diberitakan, korban dikeroyok hingga ditabrak pakai motor. Dia menjadi korban pengeroyokan oleh 10 orang yang salah satunya suami pelanggan karena alasan cemburu buta.
Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Saleh mengungkapkan kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. Saleh mengaku sudah mengantongi nama salah satu pelaku.
"Belum ada (ditangkap). Kami sementara lakukan penyelidikan dan nama yang bersangkutan kami sudah ketahui. Tinggal kami lakukan pencarian," ujar Saleh kepada detikSulsel, Kamis (4/6).
Dia mengungkapkan, para pelaku sudah melarikan diri setelah video aksinya itu beredar luas. Polisi pun melakukan pengejaran.
"Karena para pelaku setelah melakukan itu (pengeroyokan) melarikan diri semua. Jadi saat ini kami fokus mencari keberadaan para pelaku," katanya.
Simak Video "Video: Pria Aniaya Kurir Paket di Parepare Usai Motor Saling Tabrakan"
(asm/ata)