Damkar Parepare Evakuasi Ular Piton 7 Meter Sembunyi di Bengkel Motor

Damkar Parepare Evakuasi Ular Piton 7 Meter Sembunyi di Bengkel Motor

Ardiansyah - detikSulsel
Senin, 18 Mei 2026 14:20 WIB
Damkar Parepare evakuasi ular piton 7 meter.
Damkar Parepare evakuasi ular piton 7 meter. Foto: (dok. istimewa)
Parepare -

Seekor ular piton berukuran jumbo bikin geger warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ular dengan panjang diperkirakan mencapai 7 meter itu ditemukan bersembunyi di sebuah bengkel motor.

Ular itu ditemukan di Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 4, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 23.30 Wita. Kemunculan ular itu pertama kali disadari oleh pengunjung yang tengah makan di warung.

"Warga awalnya melintas pas depan warung Sari Laut, lalu ke sampingnya. Pengakuan dari warga sementara makan, ular itu masuk ke tumpukan barang," ujar Danton Damkar Parepare Heri Kiswanto kepada detikSulsel, Senin (18/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heri mengatakan proses evakuasi piton tersebut berlangsung dramatis. Petugas di lapangan sempat dibuat kewalahan bukan hanya karena ukuran ular yang besar, melainkan karena ramainya warga yang menonton.

"Proses evakuasinya terlalu rumit juga karena banyak masyarakat teriak-teriak. Pas kita mau tangkap, terlalu banyak masyarakat menonton agak sedikit menghalangi," katanya.

ADVERTISEMENT

Kondisi teras rumah yang dijadikan bengkel motor tersebut juga dipenuhi barang-barang. Petugas harus memindahkan barang tersebut terlebih dahulu karena posisi kepala ular yang tersembunyi.

"Awalnya kita tidak bisa langsung tangkap, karena kepalanya tidak kelihatan. Kan kita evakuasi kepalanya. Banyak barang bisa di situ, ditarik keluar, tempatnya sudah rata," jelas Heri.

Setelah posisi ular dipastikan aman, petugas kemudian menjepit kepala ular menggunakan tongkat khusus. Sementara personel lainnya menarik ekor ular dengan tangan kosong.

"Kita pakai stik ular kepalanya dijepit supaya tidak agresif. Kita tarik ekornya pakai tangan," tuturnya.

Heri menyebut ada 5 personel Damkar yang dikerahkan untuk menjinakkan ular tersebut. Penanganan ular sebenarnya hanya berlangsung singkat sekitar 5 menit.

Namun, proses membawa ular dari lokasi kejadian menjadi lama. Hal itu disebabkan banyaknya warga yang berkerumun karena ingin mendokumentasikan ular tersebut.

"Itu sekitar 5 orang personel yang turun, kalau penanganannya itu 5 menit. Yang lama itu pas mau kita bawa karena banyak warga mau foto-foto," keluhnya.

Lantaran ukurannya yang besar dan dinilai berbahaya, petugas terpaksa melakban mulut ular tersebut. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Ini kan ular besar, sudah bisa makan hewan, jadi harus dilakban mulutnya. Jangan sampai membahayakan," tegas Heri.

Ular piton itu kini diamankan di Mako Damkar Parepare. Pihak Damkar tidak berani langsung melepasliarkan ular tersebut ke alam bebas karena khawatir akan kembali meneror permukiman warga.

"Semalam kita mau lepas, tapi kita takut dia masuk permukiman. Kita bawa ke kantor, nanti akan diambil pihak BKSDA. Kita juga tidak bisa langsung lepas karena itu ular besar," pungkasnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads