Dua unit rumah panggung di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) ludes terbakar. Insiden itu diduga dipicu oleh aksi nekat salah seorang pemilik rumah yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Kebakaran itu terjadi di Jalan Matalie, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat pada Senin (20/4) sekitar pukul 17.30 Wita. Pelaku diduga sengaja menyulut api hingga menghanguskan kediamannya dan merembet ke rumah tetangga.
"Ini yang punya rumah stres atau ada gangguan jiwa. Pas dia keluar dari rumahnya, ada warga yang lihat dia berteriak-teriak di jalan bilang, 'Saya bakar rumahku!," ujar Lurah Lumpue, Nur Akbar kepada detikSulsel, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nur Akbar menjelaskan, saat api mulai berkobar, pria tersebut berjalan meninggalkan lokasi dengan santai. Sepanjang jalan, ia justru memprovokasi warga untuk melihat kobaran api yang ia ciptakan sendiri.
"Pastinya yang lihat dia membakar tidak ada, cuma orang semua prediksi karena pada saat menyala api, dengan santainya dia keluar dan sepanjang jalan dia berteriak bilang, 'Pergi lihat rumahku, saya yang bakar'," tutur Nur Akbar.
Menurutnya, saat kejadian pelaku memang sedang sendirian di dalam rumah kayu tersebut. Dia memiliki seorang anak yang sedang keluar bekerja saat kejadian.
"Ada anaknya, cuma anaknya kan keluar kerja," imbuhnya.
Terkait kerugian, Nur Akbar mengungkapkan, harta benda milik korban tidak ada yang sempat diselamatkan. Pasalnya api merambat cepat pada bangunan panggung tersebut.
"Kalau barang berharga ya iya (terbakar), karena tidak sempat dikasih turun semua, contoh misalnya kulkas, televisi. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa," jelasnya.
Beruntung, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) bergerak cepat ke lokasi sehingga api tidak meluas ke area padat penduduk lainnya. Nur Akbar menyebut petugas tiba kurang dari 15 menit setelah laporan diterima.
"Untung cepat sekali damkar datang. Sementara ini kami sudah koordinasi semua tadi dengan beberapa pihak, termasuk BPBD, Dinas Sosial, dan pimpinan. Insyaallah besok bantuan akan segera turun," pungkas Nur Akbar.
(ata/ata)











































