Penampakan Piton 6 Meter yang Mati Ditebas Usai Terkam Petani di Parepare

Penampakan Piton 6 Meter yang Mati Ditebas Usai Terkam Petani di Parepare

Ardiansyah - detikSulsel
Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB
Warga membunuh ular piton berukuran sekitar 6 meter yang menerkam petani bernama Rusman (44) di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Foto: Seekor ular piton di Parepare, mati ditebas usai menerkam petani bernama Rusman. (dok. istimewa)
Parepare -

Warga menangkap dan membunuh ular piton berukuran sekitar 6 meter yang menerkam petani bernama Rusman (44) di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hewan melata itu langsung dibunuh karena dianggap membahayakan warga.

Dalam video yang diterima detikSulsel, Rabu (8/4/2026), terlihat seorang pria menarik ekor ular piton tersebut di pinggir sungai. Ular itu tampak sudah tidak berdaya dengan luka di bagian kepala.

Tubuh ular yang panjang membentang di atas pasir pinggir sungai. Perut piton itu terlihat besar, bahkan lebih besar dari paha orang dewasa yang berada di dekatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warna kulitnya yang bermotif batik khas piton terlihat jelas saat warga menyeretnya perlahan ke area yang lebih dangkal. Sejumlah warga, termasuk seorang anak kecil, tampak menyaksikan proses pemindahan bangkai ular tersebut.

ADVERTISEMENT
Seorang petani di Parepare diserang ular piton 6 meter saat membersihkan kebun. Teman korban berhasil menangkap dan membunuh ular tersebut.Seorang petani di Parepare diserang ular piton 6 meter saat membersihkan kebun. Teman korban berhasil menangkap dan membunuh ular tersebut. (dok. istimewa)

Warga bernama Kasim mengaku ikut menangkap dan membunuh piton tersebut. Dia mengatakan piton itu menyerang Rusman saat sedang membersihkan di kebunnya.

"Kebetulan itu teman yang punya kebun lagi membersihkan. Pas mungkin hampir terinjak, (ularnya) melompat. Sempat digigit kakinya tapi untung ada celananya," kata Kasim, kepada detikSulsel, Rabu (8/4).

Beruntung, Rusman tidak mengalami luka serius akibat serangan piton tersebut. Namun Rusman mengalami syok berat.

"Kondisinya (Rusman) tidak sampai luka parah. Tapi kagetnya itu karena ularnya tiba-tiba melompat menyerang," ungkap Kasim.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi di Jalan Syamsu Alam Bulu, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Rabu (8/4) sekitar pukul 09.15 Wita. Kasim bersama dua warga lainnya menangkap dan membunuh piton tersebut.

"Ada tiga orang tadi yang tangkap. Iya ditangkap pakai tangan. Itu jenis ular piton. Mungkin lebih besar dari paha orang dewasa. Panjangnya kurang lebih 6 meter," kata Kasim kepada detikSulsel, Rabu (8/4).

Dia mengaku terpaksa menebas ular itu hingga mati karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Menurutnya, ular itu sangat berbahaya karena kemunculannya dengan dari permukiman warga.

"Pakai parang tadi kita bunuh. Karena kan susah dijinakkan. Membahayakan juga," katanya.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads