Harga Cabai Rawit di Parepare Makin 'Pedas' Jelang Ramadan

Harga Cabai Rawit di Parepare Makin 'Pedas' Jelang Ramadan

Ardiansyah - detikSulsel
Senin, 09 Feb 2026 13:43 WIB
Harga Cabai Rawit di Parepare Makin Pedas Jelang Ramadan
Foto: Pedagang bahan pangan di Pasar Lakessi. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai merangkak naik jelang memasuki bulan Ramadan. Kenaikan ini terutama menyasar komoditas cabai rawit yang dijual di pasar tradisional.

Pantauan detikSulsel di Pasar Lakessi, Senin (9/2) sejumlah pedagang sayuran dan bahan bumbu dapur terlihat berjejeran di pinggir jalan. Pengunjung pasar tampak berdatangan membeli sejumlah bahan pangan.

Pedagang bahan pangan di Pasar Lakessi.Harga cabai di Pasar Lakessi naik jelang Ramadan. Foto: (Ardiansyah/detikSulsel)

Terlihat lapak pedagang masih ramai pembeli meski harga bahan pangan naik. Pengunjung tampak lalu lalang menenteng barang belanjaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lumayan kenaikannya sayuran, mulai dari cabai, tomat, lombok besar. Rata-rata naik semua," kata seorang pedagang Hasna kepada detikSulsel, Senin (9/2/2026).

Hasna mengungkapkan, kenaikan yang paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit dan bawang merah. Kata dia, kenaikannya nyaris dua kali lipat.

ADVERTISEMENT

"Cabai rawit dari harga Rp 30 ribu ke Rp 50 ribu (per kg). Bawang merah juga naik, dari harga 25 ke 40 ribu," jelasnya.

Selain itu, harga sejumlah bahan pangan lainnya yang mengalami kenaikan yakni tomat dan cabai merah. Kenaikan harga bahan pangan itu juga sangat tinggi.

"Tomat dari harga Rp 5 ribu sekarang Rp 8 ribu, dan bisa-bisa besok Rp 10 ribu. Cabai merah keritingnya sama seperti lombok besarnya, dari Rp 12 ke Rp 18 ribu," katanya.

Hasna mengungkapkan, kenaikan sejumlah harga bahan pangan itu dipicu stok yang kurang dari daerah produsen. Selain itu, momen menjelang bulan Ramadan juga menjadi salah satu pemicu kenaikan harga bahan pangan.

"Ada dua penyebab. Karena mungkin mau masuk bulan Ramadan. Terus hasil panen petani berkurang. Karena selama ini kan harga tomat tidak pernah naik-naik," jelasnya.

Dia menyebut, kenaikan harga itu baru terjadi mulai kemarin. Sebelumnya harga terbilang stabil dan stok dari petani juga cukup.

"Baru kemarin ini naik semua harga. Mungkin karena mau masuk bulan Ramadan toh," katanya.

Kendati harga melonjak, barang pedagang tetap laku. Namun Hasna mengaku sejumlah pembeli mengeluh karena harga bahan pangan terbilang mahal.

"Pasti pembeli mengeluh. Yang tadinya beli murah terus melompat begitu pasti mengeluh. Tapi tetap beli, mengeluh juga tetap beli," ujar Hasna.

Dikonfirmasi terpisah, Kadis Perdagangan Parepare, Andi Wisnah mengakui adanya kenaikan harga bahan pangan. Dia mengklaim kenaikan harga tidak signifikan.

"Iya (ada kenaikan), tapi tidak terlalu signifikan naiknya. Karena ya begitu, kadang misalnya mungkin surveinya besok atau lusa itu turun lagi. Ya kita menunggu saja nanti ini," jelasnya.

Wisnah menyebut kenaikan harga itu terjadi karena kurangnya stok dari daerah pemasok. Dia mengatakan akan berkoordinasi dengan daerah pemasok untuk meminta tambahan suplai.

"Kalau keterbatasan sih kita selalu komunikasi dengan daerah produsen cabai dan lainnya. Terutama Enrekang itu stoknya banyak. Tetapi kadang itu permintaan dari luar daerah itu yang kadang memicu (kenaikan)," katanya.

Dia menambahkan, pihak pemkot akan turun melakukan pemantauan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Pemkot juga sedang berupaya mengendalikan harga melalui pasar murah.

"Kita melaksanakan pasar murah satu kali satu minggu, setiap hari Selasa. Diharapkan untuk bisa mengendalikan harga. Operasi pasar nanti mungkin sebelum masuk bulan Ramadan dan sebelum lebaran. Untuk pemantauan, monitoring," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 130 Ribu/Kg di Probolinggo"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/nvl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads