Antrean Isi BBM di SPBU Palopo Mengular ke Jalan Bikin Macet hingga Malam

Antrean Isi BBM di SPBU Palopo Mengular ke Jalan Bikin Macet hingga Malam

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Kamis, 10 Sep 2026 19:23 WIB
Antrean panjang pengendara untuk BBM subsidi pertalite dan solar terjadi di SPBU Palopo.
Antrean panjang pengendara untuk BBM subsidi pertalite dan solar terjadi di SPBU Palopo. Foto: Ahmad Al Qadri/detikSulsel
Palopo -

Pengendara mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite dan solar di sejumlah stasiun bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) malam ini. Antrean terlihat hingga ke badan jalan dan memicu kemacetan.

Pantauan detikSulsel, Kamis (10/9/2026) pukul 17.30 Wita, tampak terjadi antrean mobil dan motor di SPBU Jalan Akhmad Razak, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara. Antrean mengular hingga ke badan jalan.

Antrean didominasi truk, sementara motor mengantre di antara mobil. Antrean kendaraan itu memicu kemacetan sekitar 500 meter di Jalan Akhmad Razak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antrean kendaraan juga terjadi di SPBU Tandipau dan SPBU Rampoang. Meski demikian antrean kendaraan di dua SPBU itu tidak sepanjang di SPBU Akhmad Razak.

ADVERTISEMENT
Antrean panjang pengendara untuk BBM subsidi pertalite dan solar terjadi di SPBU Palopo.Antrean panjang pengendara untuk BBM subsidi pertalite dan solar terjadi di SPBU Palopo. Foto: Ahmad Al Qadri/detikSulsel

Pengendara bernama Zainal (41) mengaku sudah sekitar setengah jam lebih mengantre di SPBU Jalan Akhmad Razak. Dia mengaku sengaja ikut mengantre karena takut kehabisan pertalite.

"Saya kurang lebih 30 menit sudah antre di sini. Biasa maki antre panjang na tidak dapatki. Jadi kalau ada momentum mending pergi memang mi diisi," katanya.

Menurutnya kelangkaan BBM subsidi di Palopo karena banyaknya pelangsir. Dia pun rela ikut mengantre karena harga pertamax jauh lebih mahal.

"Kita di sini di Palopo, banyak sekali pelangsir, na itumi yang bikin langkah sekali BBM," bebernya.

"Yang bikin panik sebenarnya karena cemas ki secara ekonomi, orang sekarang antre itu pertalite banyak karena pertamax mahal sekali mi sekarang Rp 16.300. Jadi bukan panik tidak kebagian BBM, kita ini panik tidak dapat yang murah," lanjutnya.

Sementara warga bernama Rini mengaku datang ke SPBU setelah Magrib. Dia mengira antrean di SPBU sudah tidak panjang pada malam hari, namun justru makin panjang.

"Kukira sedikit ji orang, ternyata astaga ramai sekali. Mau ki juga pulang takkala (terlanjur) mi," katanya.

Dia mengaku sulit mendapatkan pertalite sejak beberapa hari terakhir. Pasalnya pertalite di SPBU cepat habis dan tersisa pertamax.

"Setiap mau habis bensinku, cuma sekarang asal setengah kuisi mi karena susah sekali ki dapat pertalite, beberapa SPBU pertamax mami," bebenrya.



(hsr/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads