Polisi menetapkan satu orang tersangka berinisial S, terkait pengeroyokan imam masjid bernama Ahmad (62) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tersangka merupakan ibu bocah yang ditegur bermain pengeras suara alias mikrofon oleh Ahmad.
"Penyidik Polsek Wara telah melakukan pemeriksaan terhadap mama anak yang diduga dianiaya oleh imam masjid dan telah menetapkannya sebagai tersangka," kata Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki kepada detikSulsel, Rabu (6/5/2026).
Penetapan tersangka tersebut dilakukan di Polres Palopo pada Rabu (6/5). Setelah ditetapkan tersangka, S langsung ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil pemeriksaan, penyidik menyimpulkan dan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka serta menerbitkan surat perintah penahanan," ujarnya.
Marsuki menegaskan bahwa proses penyidikan tidak berhenti pada satu tersangka saja. Menurutnya, saat ini pihak kepolisian masih mendalami keterlibatan 2 pelaku lainnya.
"Kami masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap 2 terduga lainnya terkait dugaan keterlibatan dalam kasus ini. Semua akan diproses sesuai dengan fakta hukum yang ditemukan di lapangan," bebernya.
"Kami memastikan bahwa penanganan akan objektif, transparan, dan tanpa pandang bulu, sebagai bentuk komitmen dalam menegakkan hukum," tegasnya.
Diketahui, pengeroyokan itu terjadi di depan Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Palopo, Rabu (29/4) sore. Anak korban, Harun menduga pengeroyokan terjadi setelah ayahnya menegur sekelompok bocah yang bermain di masjid.
"Anak main-main di masjid pas mau salat Asar, terus belum masuk waktu salat, dia main-mainkan mik, dia pakai pengeras suara, dia azan main-main," kata Harun kepada detikSulsel, Minggu (3/5).
Korban yang kesal sempat menjitak kepala bocah itu dengan maksud memberi pembinaan. Sekelompok anak tersebut langsung pulang hingga diduga melapor ke keluarganya.
"Tapi bukan cuma itu anak satu yang merasa korban dijitak, semuanya. Memang ayahku tidak ada niat menyakiti, mau ji na tegur," ucap Harun.
"Sudah berapa kali ditegur itu anak-anak karena rusak fasilitas masjid, kaca masjid dia lempar-lempar, kan anak-anak, dia main-main depan masjid kena itu kaca," tambahnya.
Setelah memimpin salat Asar, korban keluar dari masjid dan langsung dihalau sejumlah orang. Saat itulah korban mengalami pengeroyokan.
"Situasi saat itu salat Asar orang, ayah di masjid imam. Pasnya keluar ayahku dari masjid, hampir mi sampai depan rumah seperti di CCTV, di situ mi ada palang ayahku," ujarnya.
(hsr/hsr)











































