Solar Langka di Palopo, Nelayan: Pelangsir Punya Surat Rekomendasi BBM

Solar Langka di Palopo, Nelayan: Pelangsir Punya Surat Rekomendasi BBM

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Selasa, 24 Feb 2026 15:21 WIB
Nelayan di TPI Palopo keluhkan kelangkaan solar subsidi. Ahmad Al Qadri/detiksulsel
Foto: Nelayan di TPI Palopo keluhkan kelangkaan solar subsidi. Ahmad Al Qadri/detiksulsel
Palopo -

Seorang nelayan inisial MA (36) angkat bicara terkait kelangkaan BBM jenis solar subsidi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia menyebut kelangkaan ini disebabkan banyaknya pelangsir yang memiliki surat rekomendasi pengambilan solar padahal tidak berprofesi sebagai nelayan.

"Mana tidak cepat habis solar kalau hampir semua pelangsir punya surat izin nelayan dari pemerintah, padahal jelas-jelas dia bukan pelaut," kata MA kepada detiksulsel, Selasa (24/2/2026).

MA menuturkan, dirinya juga memiliki surat rekomendasi tersebut. Namun, surat rekomendasi itu hanya berlaku paling lama sebulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Surat itu diambil di Dinas Perikanan tapi sebelum itu kita ambil dulu rekomendasi dari kelompok nelayan baru ke kelurahan," jelasnya.

"Cuma saya juga masih heran masalahnya dimana, kenapa banyak warga yang tidak berprofesi sebagai nelayan punya surat itu," tambahnya.

ADVERTISEMENT

MA mengungkapkan, dengan memperlihatkan surat tersebut setiap pelangsir akan diberikan hingga 35 liter oleh pihak SPBU. Hanya saja, kata dia, para pelangsir menggunakan surat tersebut secara berulang kali dalam sehari.

"Jadi ada juga itu satu ji surat rekomendasinya tapi berulang kali pergi ambil solar, itu mi biasanya dia tampung, ini mi yang mafianya. Nanti itu dia jual mi ke mobil-mobil solar industri," ungkapnya.

MA menjelaskan bahwa para pelangsir biasanya hanyalah orang suruhan dari para bos penimbun solar. Menurutnya, mereka hanya dipekerjakan untuk mengantri di setiap SPBU.

"Saya sering cerita, dia itu cuma melangsir kodong baru dia bawa mi ke bos yang punya penampungan. Setelah itu penampung atau biasa nabilang orang di sini sumur na tempati mi mobil biru ambil solar untuk dijual harga industri ke tambang di Morowali dan lain-lain," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah nelayan mengeluhkan kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar di Kota Palopo. Akibatnya, beberapa nelayan batal melaut karena tak memiliki bahan bakar.

"Susah sekali kita dapat solar sekarang, kalaupun ada kita dapat bukan di SPBU," kata nelayan bernama Syarifuddin kepada detiksulsel, Senin (23/2).

Kelangkaan solar tersebut menimpa nelayan yang berada di Kecamatan Bara dan Talluwanua, Palopo. Syarifuddin menyebut, solar yang ada pada SPBU di 2 Kecamatan tersebut sangat cepat habis.

"Kalau kita ke SPBU cepat sekali habis, mungkin tidak cukup 2 jam habis mi lagi solar. Karena memang antrian mobil dan jeriken ada sebelum solar masuk," jelasnya.




(hmw/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads