Pria bernama Marwan (50) tewas usai terjatuh dari jembatan gantung setinggi 6 meter di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban terjatuh saat menginjak kayu alas jembatan yang rapuh.
Insiden tersebut terjadi di Kompleks Cempaka, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Palopo pada Selasa (10/2) sekitar pukul 18.40 Wita. Korban awalnya datang bersama istrinya menggunakan mobil dan diparkir di ujung jembatan.
"Setelah salat Magrib korban ini menyeberang sungai bersama istrinya menuju penggilingan berasnya di sebelah, katanya dia mau ambil beras. Saat di tengah jembatan terpeleset, kayu jembatan patah dan korban jatuh ke sungai," kata Lurah Pajalesang, Irwan kepada detikSulsel, Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irwan menuturkan, korban terjatuh setelah melewati setengah dari jembatan gantung tersebut. Istri korban ikut berjalan bersamanya saat itu.
"Menurut informasi sama istrinya, karena istrinya yang teriak-teriak lapor ke warga, itu mobilnya masih terparkir di sana," jelasnya.
Beberapa saat kemudian, sejumlah warga berkumpul mengamati kejadian tersebut. Korban kemudian diangkat dan dibawa ke rumah duka.
"Ada beberapa percikan darah, saya tidak tahu persisnya tapi mungkin akibat benturan, soalnya saat itu sungainya kering dan banyak batu di bawa," ungkapnya.
"Korban orang Kelurahan Dangerakko dan informasinya saat ini korban telah dibawa ke rumahnya di Latuppa," tambahnya.
Akibat kejadian itu, Irwan bersama warga langsung menutup jembatan tersebut dengan tumpukan kayu. Menurutnya, anak sekolah kerap kali melewati jembatan tersebut meski telah dilarang.
"Memang sudah bukan untuk umum, karena kita lihat saja jembatannya sudah rusak memang, cuma biasa ada anak sekolah tetap paksakan lewat, soalnya kalau memutar ada sekitar 2 kilometer, jadi memang ini akses utama, harus ada perbaikan," pungkasnya.
(asm/sar)











































