4 Fakta Bocah Tenggelam di Kanal Sinrijala Makassar

4 Fakta Bocah Tenggelam di Kanal Sinrijala Makassar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 20 Okt 2026 09:31 WIB
Bocah perempuan bernama Rizqia Rahmat (6) yang dilaporkan hilang diduga tenggelam di Kanal Sinrijala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya ditemukan.
Bocah perempuan bernama Rizqia Rahmat, ditemuan tewas di kanal Kota Makassar. Foto: (detikSulsel)
Makassar -

Bocah perempuan bernama Rizqia Rahmat (6) ditemukan tewas usai dilaporkan tenggelam di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban ditemukan setelah dua hari pencarian.

Korban awalnya diduga tenggelam di Kanal Sinrijala, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang pada Sabtu (17/10) sekitar pukul 21.00 Wita. Korban baru ditemukan pada Senin (19/10) sekitar pukul 10.17 Wita.

Kejadian ini awalnya dilaporkan oleh sejumlah anak di sekitar lokasi. Sejumlah saksi menyebut korban tenggelam di kanal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa saksi anak-anak kecil yang menyampaikan bahwa itu anak tenggelam di situ. Tapi sampai sekarang belum ditemukan," kata Camat Panakkukang, Syahril kepada detikSulsel, Minggu (18/10).

Dirangkum detikSulsel, Selasa (20/10/2026), berikut 4 fakta bocah tenggelam di Kanal Sinrijala Makassar:

ADVERTISEMENT

1. Kronologi Korban Diduga Tenggelam

Potensi SAR Damkar Makassar, Ekhy mengatakan korban yang dari Kabupaten Barru awalnya ikut orang tua angkat melayat ke Kabupaten Gowa, pada Sabtu (17/8). Setelah melayat di Gowa, korban bersama keluarganya singgah di kawasan Sukamaju, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

"Setelah melayat di Gowa, mereka singgah di Sukamaju untuk takziah. Anak itu kemudian ditinggalkan. Saat keluarga pulang sekitar pukul 22.12 Wita, korban sudah tidak ditemukan dan mulai dicari," kata Ekhy dalam keterangannya, Minggu (18/10).

Ekhy menuturkan sejumlah anak yang berada di sekitar kanal sempat melihat korban bermain di dekat jembatan. Namun, keterangan saksi mengenai dugaan korban masuk ke air masih berbeda-beda.

"Ada beberapa anak kecil yang melihat korban bermain di sekitar kanal. Ada juga yang menyampaikan korban turun berenang, tetapi itu masih keterangan anak-anak. Belum ada orang dewasa yang memastikan korban masuk ke air," jelasnya.

2. Tim SAR Cek Rekaman CCTV

Ekhy mengatakan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi juga didalami untuk mencari petunjuk. Namun, dari rekaman yang diperoleh, belum ditemukan bukti visual yang memastikan korban terjatuh atau masuk ke kanal.

"Rekaman CCTV mencakup rentang waktu sejak korban dilaporkan keluar hingga dinyatakan hilang. Meski demikian, rekaman tersebut belum menunjukkan kejadian yang dapat memastikan penyebab hilangnya korban," ungkapnya.

Korban diketahui memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian tim dalam upaya pencarian, termasuk apabila korban ditemukan dalam keadaan selamat.

"Dia itu kayak orang bilang anak dengan autisme, baru tidak bisa komunikasi," pungkasnya.

3. Warga Gelar Ritual

Warga yang memakai pakaian adat datang ke lokasi pencarian korban untuk melakukan ritual dengan harapan korban segera ditemukan pada Minggu (18/10) sekitar pukul 21.00 Wita. Mereka melakukan ritual di pinggir kanal.

Proses ritual itu menarik perhatian warga yang sejak awal memantau proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Warga bahkan berdesakan untuk melihat proses ritual tersebut.

Ritual itu tidak berlangsung lama. Warga kemudian memusatkan perhatian kembali ke tim SAR gabungan yang masih berada di dalam kanal.

Sekitar pukul 21.40 Wita, tim SAR gabungan sudah naik dari kanal. Proses pencarian untuk sementara dihentikan dan akan dilanjutkan besok pagi.

4. Korban Ditemukan Tewas di Kanal Rappokalling

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar mengatakan korban kemudian ditemukan oleh tim BPBD yang sedang menyalurkan air bersih di Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Senin (19/10) sekitar pukul 10.17 Wita. Korban langsung dievakuasi dari dalam kanal.

"(Korban) ditemukan oleh tim penjangkau kami yang sementara menyalurkan air bersih di kelurahan ini, di Kecamatan Tallo, di Rappokalling," kata Fadli Tahar kepada wartawan di lokasi, Senin (19/10).

Dia menyebut korban ditemukan pada jarak sekitar 3 kilometer (km) dari titik awal dilaporkan hilang. Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR pencarian korban ditutup.

"(Jarak korban ditemukan dan titik dilaporkan hilang) Ada sekitar 3 kilo," ujar Fadli.



(asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads