5 Fakta Tawuran Tewaskan Pemuda di Jalan Rajawali Makassar

5 Fakta Tawuran Tewaskan Pemuda di Jalan Rajawali Makassar

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Senin, 19 Okt 2026 06:30 WIB
Polisi menyelidiki kasus tawuran berujung maut di Jalan Rajawali Makassar.
Foto: Polisi menyelidiki kasus tawuran berujung maut di Jalan Rajawali Makassar. (Reinhard/detikSulsel)
Makassar -

Tawuran antara dua kelompok warga mengakibatkan pemuda bernama Khairil (22) tewas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi yang melakukan penyelidikan telah menangkap tiga terduga pelaku.

Perang kelompok terjadi di Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Makassar, Kamis (15/10/2026) pukul 01.30 Wita. Kedua kelompok warga saling serang menggunakan batu hingga senjata tajam.

"Perang kelompok yang di mana antara anak-anak Rajawali Rusun dan anak Kokolojia," ungkap Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Achmad kepada wartawan, Kamis (15/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum detikSulsel, berikut 5 fakta pemuda tewas saat tawuran di Jalan Rajawali Makassar:

1. Awalnya Dipicu Geber Gas Motor

Insiden ini bermula saat pemuda dari kelompok Rajawali Rusun sedang santai di sebuah warung. Selang beberapa waktu, sekelompok pemuda dari Kokolojia datang ke lokasi berboncengan motor.

ADVERTISEMENT

"Anak Rajawali Rusun ini telah santai-santai di warung kemudian datang anak Kokolojia. Anak Kokolojia datang kemudian dia geber-geber gas motornya hanya membuat ketersinggungan," ujarnya.

Situasi itu belakangan dilaporkan memicu terjadinya penganiayaan. Polisi yang menerima informasi kejadian tersebut lantas mengarahkan korban melapor ke Polsek Mariso.

"Personel Polsek Mariso mendatangi TKP dan mengarahkan korban untuk melaporkan kejadian yang menimpanya, namun hanya pihak Rajawali Rusun yang datang ke Polsek Mariso," ucap Jafar.

2. Tawuran Pecah hingga Pemuda Tewas

Selang beberapa waktu pascalaporan itu, petugas kepolisian kembali melakukan pengecekan ke lokasi. Namun kedua kubu dari kelompok Rusun Rajawali dan Kokolojia sudah saling serang.

"Pada saat mereka kembali ke tempat semula masih ada pihak-pihak atau anak-anak yang motor ini, yaitu Kokolojia, kemudian di situlah terjadi perang kelompok," tutur Jafar.

Saat itulah pemuda dari Kokolojia bernama Khairil terkena tebasan parang. Khairil sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

"Pada saat terjadi perang kelompok, ada korban yang kena tebas parang. Kemudian dia dibawa ke rumah sakit, dalam perjalanan dia meninggal dunia," ungkap Jafar.

3. Tawuran Maut Picu Serangan Balas Dendam

Kematian Khairil memicu penyerangan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasar Lelong, Jalan Rajawali Makassar, Kamis (15/10) siang. Penyerangan mengakibatkan kaca bangunan di lokasi mengalami kerusakan.

"Ada kaca dipecah (di Pasar Lelong). Tapi tidak ada korban karena kejadian itu," ujar Kanit Reskrim Polsek Mariso, Iptu Agus Salim Gamma kepada wartawan, Kamis (15/10).

Penyerangan tersebut diduga bagian dari aksi balas dendam kelompok Kokolojia usai rekannya tewas ditebas kubu Rusun Rajawali. Penyerangan terjadi usai pemuda dari kelompok Kokolojia mengantar jenazah Khairil dari rumah sakit menuju rumah duka.

"Anak Kokolojia tadi waktu antar jenazah dari rumah sakit ke rumah duka, sempat singgah baru masuk ke Lelong. Mereka cari anak Rajawali," tambah Agus Salim.

4. Polisi Tangkap 3 Pelaku Tawuran Maut

Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menangkap ketiga pelaku yang diduga menganiaya korban hingga tewas. Ketiga pelaku berinisial AP, AR alias CA dan IK diamankan di wilayah berbeda di Makassar, Jumat (16/10).

"Kami saat ini berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku dan saat ini kami masih melakukan pendalaman apakah ada terduga pelaku lainnya," ujar Panit 2 Resmob Polda Sulsel, Ipda Muhammad Abel PM kepada wartawan, Minggu (18/10).

Dari hasil pemeriksaan sementara, salah satu pelaku menyerang korban menggunakan busur panah. Kendati begitu, polisi masih menyelidiki motif tawuran maut ini usai menyita busur panah dan samurai milik pelaku.

"Dari hasil keterangan saksi ada yang menyampaikan (salah satu pelaku menancapkan busur panah ke korban) seperti itu," beber Abel.

5. Penyerangan Pecah Lagi Pascatawuran Maut

Penyerangan kembali terjadi di kawasan TPI Pasar Lelong, Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Minggu (18/10) pagi tadi. Sekelompok pria melakukan pelemparan menggunakan batu ke arah Kampung Kokolojia.

Dari video beredar, aparat kepolisian berupaya menahan dan menenangkan massa. Kendati begitu, massa tetap melakukan pelemparan ke arah Kampung Kokolojia.

Situasi itu sempat membuat panik para pedagang di lokasi. Polisi belum memberikan penjelasan terkait penyerangan itu imbas dari tawuran maut sebelumnya.

"Belum ada baket diberikan dari Polsek Mariso (terkait penyerangan di Pasar Lelong)," singkat Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Achmad saat dikonfirmasi.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Bebas Bersyarat Mas Bechi Dicabut, 6 Petugas Diperiksa"
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads