Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin meraih Grand Baznas Award 2026. Appi pun semakin percaya diri membawa Makassar menjadi kota filantropi.
Penghargaan itu diserahkan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Saidah Sakwan di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (15/10). Adapun penghargaan diberikan dalam kategori Kepala Daerah/Wali Kota Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik.
"Apa yang kita lakukan di daerah adalah bagaimana membangun kepercayaan masyarakat kepada Baznas. Karena menurut saya, Baznas menjadi penengah antara muzaki dan mustahik," ujar Appi dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Appi, penguatan pengelolaan zakat merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem filantropi yang melibatkan pemerintah, lembaga pengelola zakat, dunia usaha, dan masyarakat. Komitmen tersebut sejalan dengan visi Pemkot Makassar untuk mengubah kota ini menjadi kota filantropi nasional.
Visi itu diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi diwujudkan melalui program dan gerakan nyata bagi masyarakat. Penghargaan ini menjadi momentum untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat, dan memastikan pengelolaannya berlangsung secara transparan dan tepat sasaran.
"Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kita harapkan mampu memperkuat peran Makassar sebagai kota yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga memiliki solidaritas kemanusiaan yang kuat," ucapnya.
Appi menegaskan, pengelolaan zakat tidak boleh dipandang sebatas aktivitas menghimpun dan menyalurkan dana. Lebih dari itu, zakat merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan yang perlu dijaga keberlanjutannya.
"Ini bukan hanya untuk membangun kekuatan umat, tetapi merupakan kegiatan yang harus kita laksanakan sepanjang umur kita. Kegiatannya di dunia, kenikmatannya nanti di akhirat. Insyaallah, kita berdoa bersama-sama," sambungnya.
Ia menyebutkan, Pemkot Makassar terus mendorong keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berbagai kelompok masyarakat dalam gerakan zakat. Upaya ini dilakukan melalui kebijakan dan ajakan bersama untuk menjadikan kepedulian sosial sebagai tanggung jawab kolektif.
"Kami memastikan aturan-aturan itu melibatkan seluruh ASN dan mengajak seluruh kelompok masyarakat untuk bersama-sama. Lagi-lagi, ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita terhadap sosial kemasyarakatan," jelasnya.
Appi juga menekankan pentingnya tata kelola zakat yang transparan dan profesional. Menurutnya, digitalisasi dapat membantu untuk memperkuat sistem pengelolaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga zakat.
"Dari sisi pengelolaan, harus jauh lebih transparan. Dengan mengikuti perkembangan digitalisasi dan sebagainya, kita bisa membangun citra yang baik untuk memberikan tingkat kepercayaan yang maksimal dari masyarakat," tegasnya.
Appi mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui Baznas sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan keagamaan. Ia meyakini bahwa zakat yang dikelola dengan baik dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
"Ini adalah kewajiban yang harus kita jalankan untuk memastikan bahwa apa yang kita keluarkan akan berdampak bagi kemanusiaan. Walaupun kita tidak tahu ke mana arahnya, yakinlah bahwa tujuannya adalah untuk kemanusiaan," lanjutnya.
