Modifikasi Cuaca Belum Jadi Opsi Atasi Kabut Asap di Makassar

Sahrul Alim - detikSulsel
Kamis, 15 Okt 2026 14:29 WIB
Dinas Kominfo Makassar menggelar coffee morning berdiskusi terkait asap dan udara tak sehat akibat karhutla. Foto: (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih berpotensi berada dalam kondisi tak sehat akibat polusi partikulat dan kiriman asap dari daerah lain. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut operasi modifikasi cuaca (OMC) belum direncanakan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Ketua Tim Kerja Klimatologi BMKG Wilayah IV Makassar Muflihah mengatakan hasil pengamatan kualitas udara di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros menunjukkan konsentrasi PM2,5 mencapai 76,5 pada Kamis (15/10/2026) pukul 08.00 Wita. Angka tersebut menurun dibandingkan beberapa jam sebelumnya dan hari sebelumnya, ketika konsentrasi PM2,5 sempat meningkat di atas 150 pada Rabu (14/10).

"Karena ini fluktuatif ya, jadi kita tidak bisa katakan berapa poin mungkin karena ini jam-jaman. Ini kan ada penurunan," kata Muflihah kepada wartawan usai coffee morning yang digelar Kominfo Makassar, Kamis (15/10).

Muflihah mengatakan kondisi kualitas udara dalam beberapa hari ke depan masih bergantung pada keberadaan polutan asap yang terpantau melalui satelit. Jika kiriman asap masih terjadi, kondisi kualitas udara diperkirakan tidak jauh berbeda.

"Sementara kita kalau prediksi langsung tidak, karena ini kan kita dapat kiriman seperti itu. Jadi, kalau memang polutan asap yang terpantau di satelit masih ada dari daerah kiriman, itu kita masih akan kondisi kurang lebih sama," jelasnya.

Dia menambahkan arah angin di wilayah Sulsel masih didominasi angin timuran. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pergerakan polutan di wilayah Sulawesi.

Sementara terkait operasi modifikasi cuaca (OMC), Muflihah menyebut langkah itu membutuhkan kondisi yang benar-benar mendesak. Menurutnya, kondisi kabut asap di Sulsel saat ini dinilai masih dapat ditangani tanpa operasi tersebut.

"Modifikasi cuaca itu butuh juga tentang kondisi yang memang betul-betul dibutuhkan atau darurat. Jadi, kalau kita sendiri di Sulawesi Selatan, mungkin masih bisa teratasi terutama untuk kabut asapnya," ujarnya.

Muflihah menyebut hingga kini belum ada rencana pelaksanaan OMC di Makassar atau daerah lain di Sulsel. Operasi tersebut dapat dipertimbangkan apabila ada permintaan dari pihak terkait, seperti PLN atau pemerintah daerah.

"Ya, kecuali mungkin ada permintaan dari PLN atau dari dinas lain atau dari Kota Makassar untuk dilakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca), tapi sampai saat ini itu belum ada rencana," katanya.

Sementara itu, BMKG memprakirakan awal musim hujan di Kota Makassar akan terjadi pada awal Desember 2026. Meski demikian, hujan dengan intensitas rendah hingga sedang diprakirakan sudah berpotensi turun di wilayah Makassar pada November.



Simak Video "Video: BMKG Buka-bukaan Soal Prediksi Turun Hujan di Indonesia"

(asm/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork