Sopir truk di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengeluhkan sulitnya mendapatkan stok bahan bakar umum (BBM) jenis solar. Sopir truk sampai menginap di jalanan dekat SPBU demi mendapatkan solar.
"Wah, sudah tadi malam ini belum datang-datang juga ini solar kasihan. Dari jam sepuluh malam," kata sopir truk, Waldi kepada detikSulsel saat ditemui di dekat SPBU Jalan AP Pettarani Makassar, Rabu (14/10/2026).
Waldi termasuk salah satu truk yang sedang mengantre solar di SPBU Jalan AP Pettarani Makassar. Dia sebelumnya sudah sempat mengantre di SPBU wilayah Pakatto, Kabupaten Gowa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak dapat solar. Jadi ini kita ini siksa ini begini kalau begini terus solar ini," tuturnya.
Waldi mengaku mengantar barang dari Gowa dan hendak ke Kabupaten Wajo. Aktivitas pekerjaannya terhambat lantaran kendaraannya belum juga bisa diisi solar.
"Kita setengah mati mengantre begini. Kadang dapat, kadang tiga hari tiga malam baru dapat," tutur Waldi.
"Kalau tidak (dapat solar) ya mau diapa bermalam lagi. Yang lebih sakit hati tuh mengantre bermalam tak dapat antrean langsung bilang habis," tambahnya.
Dia menduga aktivitas pelangsir di SPBU turut membuat stok solar menjadi cepat habis. Hal itu dicurigai terjadi saat dia sempat mengantre di SPBU wilayah Pakatto, Gowa.
"Ini tadi di Pakatto, di Jalan Poros Malino sebenarnya masih banyak solar itu banyak pelangsir na bilang (petugas SPBU) habis, sebenarnya masih banyak solarnya na bilang habis," tuturnya.
Dia berharap agar situasi ini bisa dibenahi. Waldi berharap agar antrean solar tidak lagi terjadi agar aktivitas pekerjaannya ikut lancar.
"Harapanku saya semoga lancar begini kasihan supaya tidak siksa begini supaya lancar solar aman juga tidak macet-macet begini tidak mengantri di pinggir jalan," jelasnya.
Diketahui, sejumlah truk mengular sampai ke Jalan AP Pettarani Makassar untuk mengisi solar di SPBU Pertamina 74.902.31, Rabu (14/10). Kendaraan bertonase besar itu bahkan parkir dan memakan satu lajur jalan.
