Lingkaran Kemiskinan dan Citra Kampung Narkoba Makassar

Lingkaran Kemiskinan dan Citra Kampung Narkoba Makassar

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 13 Okt 2026 08:30 WIB
Polisi menangkap bandar sabu saat penggerebekan Kampung Narkoba Sapiria di Makassar.
Polisi menangkap bandar sabu saat penggerebekan Kampung 'Narkoba' Sapiria di Makassar. Foto: (dok. Istimewa)
Makassar -

Citra Kampung Sapiria Bortak, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah lama melekat sebagai 'kampung narkoba'. Lingkaran kemiskinan dan masalah sosial lainnya disebut-sebut menjadi faktor stigma itu tak pernah hilang.

Anggota Komisi A DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso menilai ada masalah yang cukup kompleks di wilayah tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan akumulasi masalah sosial masyarakat yang berlangsung lama.

"Kenapa sampai stigma kampung narkoba itu melekat terus, tentu akar masalah sosial di balik kampung narkoba tidak muncul begitu saja tapi akumulasi dari masalah sosial yang berlapis," kata Andi Hadi kepada detikSulsel, Senin (12/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi Hadi menjelaskan, fenomena sosial yang melekat di Kampung Sapiria masuk dalam wilayah dengan jumlah penduduk miskin cukup banyak. Kondisi tersebut terjadi karena intervensi untuk menuntaskan akar masalah belum maksimal.

"Secara umum kawasan yang dicap seperti ini adalah kantong-kantong kemiskinan dengan penduduk yang tinggi namun minim perencanaan dan intervensi sosial. Beberapa hal yang menguatkan tentang data yang saya baca tentu kemiskinan struktural," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Kemiskinan struktural itu, kata dia, bukan hanya terjadi di Kampung Sapiria, tapi di sejumlah wilayah dengan akar persoalan yang sama. Menurutnya, citra 'kampung narkoba' itu nyaris berangkat dari akar persoalan yang sama.

"Di banyak kasus kampung yang berawal munculnya fenomena seperti saat ini memang banyak pengangguran di dalamnya dan jarang yang punya kerja. Di mana kemiskinan yang kurangnya peluang ekonomi sehingga warga lebih mudah dan terlibat narkoba," ungkapnya.

Pendidikan dan Pergaulan Bebas

Selain itu, Hadi menyebut persoalan pendidikan turut menjadi pemicu terjadinya kriminal. Ia mengatakan lemahnya akses pendidikan mengakibatkan terjadinya ketimpangan sosial.

"Yang kedua adalah pendidikan yang rendah dan pemukiman yang padat penduduk. Kalau kita lihat di sana memang akses pendidikan yang lemah dan ketimpangan sosial menciptakan ekosistem sosial yang rapuh dan menjadi lahan subur bagi pertumbuhan aktivitas kriminal," katanya.

Di sisi lain, pergaulan bebas dan minimnya pengawasan menjadi sorotan politisi PKS tersebut. Ia menilai pengawasan dari lingkungan keluarga hingga pemerintah di tingkat kecamatan yang tidak berjalan maksimal seringkali memicu penggunaan narkoba.

"Ketiga mungkin pergaulan warga dan minimnya pengawasan adanya pergaulan bebas narkoba dan minimnya pengawasan baik itu keluarga, RT/RW dan kecamatan," ucap dia.

Belum lagi kata dia, penggerebekan yang dilakukan pihak kepolisian dengan mengamankan ratusan orang semakin menguatkan stigma publik terkait 'kampung narkoba' di Kecamatan Tallo. Hal itu dinilai mempengaruhi citra wilayah setempat.

"Tentu bukan karena semua masyarakatnya pengguna, tapi lingkaran kemiskinan, pendidikan rendah dan lingkungan padat kemudian lemahnya pengawasan dimanfaatkan oleh jaringan pengedar sehingga dikenal dengan kampung narkoba," pungkasnya.

Polisi Tangkap 104 Orang di Kampung Narkoba Makassar

Penggerebekan terbaru di Kampung Narkoba terjadi pada Jumat (9/10) sekitar pukul 16.30 Wita. Pengepungan dilakukan oleh Satresnarkoba Polrestabes Makassar di-backup oleh Ditresnarkoba Polda Sulsel.

Penindakan dilakukan di sebuah lokasi yang di depannya terhalang oleh pintu besi setinggi 3 meter dan di bagian atasnya dipasangi kawat duri. Namun petugas menggerinda pintu dan menerobos masuk ke dalamnya.

"Kampung Sapiria Bortak di wilayah Tallo ini memang sudah kerap kali diketahui peredaran narkoba di sana cukup besar," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada wartawan, Sabtu (10/10).

Arya mengatakan penggerebekan melibatkan 80 personel Polrestabes Makassar dan 25 personel Ditresnarkoba Polda Sulsel. Pelaku yang diamankan dari lokasi berjumlah 104 orang.

"Hasil didapatkan kurang lebih 104 orang tersangka yang menggunakan narkotika dengan 3 orang bandar," katanya.

Dia menuturkan 104 orang yang diamankan langsung dilakukan tes urine. Hasilnya, 98 orang positif menggunakan sabu. Sementara enam orang dinyatakan negative.

"Dari 104 ini sudah dites urine ada 6 orang negatif jadi sisanya positif semua," bebernya.

Rumah Bandar Sudah 2 Kali Digerebek

Rumah bandar narkoba yang berada di Kampung Sapiria Bortak ternyata sudah 2 kali digerebek polisi. Sebanyak 104 orang ditangkap polisi terjadi di rumah yang sama dengan tahun sebelumnya.

"Iya lokasi yang sama, rumah yang sama, dan orang (pemilik rumah) yang sama," ucap Lurah Suangga Andi Erni kepada detikSulsel, Senin (12/10).

Erni menyebut rumah tersebut sebelumnya sudah pernah digerebek polisi sebelum dirinya menjabat lurah. Belakangan rumah tersebut kembali digerebek hingga 104 orang ditangkap termasuk pemilik rumah.

"Menurut informasi, karena kan penggerebekan tahun sebelumnya saya belum jadi Lurah. Tapi saya dapat informasi seperti itu di lokasi yang sama," ujarnya.

Menurutnya, rumah bandar yang digerebek polisi itu memang sangat tertutup karena pagarnya menyentuh atap. Ia menyebut orang sering keluar masuk di lokasi tersebut.

"Lebih banyak ditutup (rumahnya), intinya orang keluar masuk itu, mungkin orang dekatnya," jelasnya.

Erni mengaku pernah sekali ke rumah tersebut dalam agenda pemantauan. Tapi tidak diarahkan masuk ke dalam rumah dan hanya diperkenankan berada di batas pagar akses masuk rumah.

"Saya pernah masuk di situ waktu pemantauan wilayah jadi rumahnya tertutup, pagar tinggi. Sempat saya menyapa, diterima tapi diterima di sebatas pagar saja, nda dibiarkan masuk," ungkapnya.

Halaman 3 dari 3


Simak Video "Menikmati Kelezatan Konro Iga Bakar di Restoran Kota Makassar"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads