Pria di Makassar Ancam Ortu Pakai Pisau Usai Ditegur Kerap Mabuk

Pria di Makassar Ancam Ortu Pakai Pisau Usai Ditegur Kerap Mabuk

Muh. Izhar Attar Syach - detikSulsel
Senin, 12 Okt 2026 17:30 WIB
Pemuda di Makassar diamankan polisi usai mengancam orang tuanya menggunakan pisau.
Foto: Pemuda di Makassar diamankan polisi usai mengancam orang tuanya menggunakan pisau. (dok. Istimewa)
Makassar -

Pria berinisial AM (27) tega mengancam orang tuanya menggunakan pisau di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku sempat terlibat cekcok dengan ortunya usai ditegur kerap pulang rumah dalam kondisi mabuk.

"Ini anaknya kan tidak ada kerjanya terus setiap hari minum, pulang ke rumah bertengkar sama bapaknya, ibunya, jadi mungkin sudah beberapa kali," kata Kapolsek Manggala Kapolsek Manggala Kompol Semuel To'longan kepada detikSulsel, Senin (12/10/2026).

Pengancaman itu terjadi di rumah korban di Jalan Raya Baruga, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Minggu (11/10) sekitar pukul 14.00 Wita. Pelaku pun dilaporkan ke polisi oleh orang tuanya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa jam itu bapaknya jadi melapor, dia menduga melapor untuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," tuturnya.

Polisi pun turun ke lokasi dan mendapati pelaku sudah dalam kondisi mengamuk. Pemuda itu mengacungkan pisau di hadapan orang tuanya sambal berkata kasar.

ADVERTISEMENT

"Petugas mendapati pemuda tersebut masih mengeluarkan kata-kata kasar kepada kedua orang tuanya dan diduga berada di bawah pengaruh minuman keras," ucap Semuel.

Saat hendak diamankan, pemuda tersebut sempat berontak dan menolak diamankan. Polisi pun melakukan pendekatan kepada pemuda tersebut hingga situasi kondusif.

Pemuda itu pun diamankan ke Mapolsek Manggala untuk diedukasi. Pelaku pun menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada orang tuanya.

"Setelah dilakukan edukasi dan diberikan nasihat, suasana berangsur kondusif. Kedua orang tua pemuda tersebut kemudian menyatakan mencabut tuntutannya," tuturnya.

"Dengan harapan anaknya bersedia memperbaiki perilaku, menghentikan kebiasaan mengonsumsi miras, serta tidak lagi melakukan tindakan yang meresahkan keluarga," sambung Semuel.

Semuel melanjutkan, kejadian ini menjadi pengingat bahwa konsumsi minuman keras memicu perilaku buruk. Bahkan berpotensi menimbulkan konflik di lingkungan keluarga.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," jelasnya.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads