Pria bernama Fadil menjadi korban penyerangan saat melintas menggunakan motor di lokasi tawuran antarkelompok di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Perang kelompok itu membuat mata korban terkena busur panah.
"Korban bukan peserta tawuran, dia kebetulan melintas saat terjadi perang kelompok," kata Kanit Reskrim Polsek Mamajang Iptu Uji Mughni kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).
Tawuran terjadi di Jalan Kakatua 2 Makassar, Selasa (6/10). Perang kelompok diduga melibatkan warga dari dua kecamatan, yakni Mamajang dan Tamalate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah kami terima laporannya, tetapi belum ada yang diamankan. Pelaku masih lidik karena ini tawuran belum diketahui pelakunya," katanya.
Polisi masih mendalami pemicu tawuran. Informasi awal yang dihimpun bentrokan bermula dari perkara antre makan bakso di sebuah warung.
"Informasinya ada warga yang makan bakso, kemudian ada yang mengantre. Orang yang makan belum pergi dan asyik bermain game, kemudian ditegur oleh kelompok sebelah dengan bahasa yang kasar," jelasnya.
Teguran itu belakangan memicu dendam. Kendati begitu, polisi masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut termasuk mendalami keterangan saksi.
"Kami masih mendalami dan mencari pelaku yang melepaskan busur panah karena posisinya ini terjadi saat tawuran terjadi," pungkas Uji.
