Pemkot Makassar turut mengusut tempat hiburan malam (THM) MYE yang diduga memfasilitasi pesta diduga bermuatan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Pemkot akan meminta keterangan pengelola terkait pesta tersebut.
"Kami telah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendalami dugaan tersebut," ujar Kepala Kesbangpol Makassar Fathur Rahim kepada detikSulsel, Senin (5/10/2026).
Fathur menyampaikan pihaknya gencar berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pendalaman atas dugaan pesta LGBT yang marak disoroti publik ini. Selain itu, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan perizinan kegiatan di THM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi itu, kita telah meminta polisi mendalami dugaan pesta LGBT. Kami juga akan koordinasi dengan dinas perizinan untuk kegiatan di tempat tersebut," ucapnya.
"Untuk langkah awalnya ke pengelolanya dulu, iya tempat yang kegiatan kemarin jadi dipanggil dulu untuk dimintai keterangan. Itu telah kami koordinasi dengan Polres nanti dia secara internalnya seperti apa," katanya.
Dia menyebut informasi sementara yang diterima, pesta tersebut hanya merupakan pesta ulang tahun. Hanya saja, kata dia, saat ini yang ramai beredar sudah mengarah ke pesta LGBT.
"Iya itu kan dugaan yang kami terima ada acara ulang tahun, tapi informasinya umum bukan LGBT. Kami juga tidak menerima surat kegiatan-kegiatan LGBT," ungkapnya.
Di sisi lain, Fathur menilai massa aksi yang menggeruduk THM MYE merupakan reaksi masyarakat yang tidak terima dengan aktivitas LGBT di Makassar. Menurutnya, Makassar sangat menjaga agar daerahnya terhindar dari kegiatan di luar norma.
"Demo itu reaksinya masyarakat dari dugaan sebelumnya ada pesta LGBT, mungkin karena masyarakat tidak menerima setelah mendapat informasi dugaan LGBT, karena kita tahu Makassar ini kota beradab," pungkasnya.
