Polisi akhirnya menangkap 20 anggota geng motor yang diduga melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan seorang mahasiswa bernama Akmal (24) tewas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Para pelaku didominasi anak di bawah umur.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad menyebut 20 orang pelaku itu diamankan di lokasi berbeda di Kabupaten Maros, Senin (5/10/2026) dini hari. Anggota geng motor itu disebut memang berasal dari Kabupaten Maros.
"Hari Senin tanggal 5 Oktober sekira pukul 03.00. (Diamankan) di Maros," ucap Jafar kepada detikSulsel, Senin (5/10/2026).
Jafar mengatakan penyidik Polrestabes Makassar langsung mengamankan para pelaku untuk diproses lebih lanjut. Pihaknya juga masih akan mendalami peran mereka.
"20 orang yang diamankan namun penyidik masih mendalami peranan masing masing," jelasnya.
Diketahui, peristiwa itu terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (4/10) sekitar pukul 03.35 Wita. Insiden ini bermula saat korban bersama rekannya sedang nongkrong di Jalan Dg Ramang, Kelurahan Pai.
"Selanjutnya datang kelompok pelaku menggunakan kurang lebih 12 sepeda motor dengan membawa senjata tajam berupa parang dan busur yang diduga akan menyerang kelompok korban," kata Jafar dalam keterangannya.
Kelompok korban lantas melakukan perlawanan dan mengejar para pelaku ke arah Kabupaten Maros. Akmal dan Farel saat itu masing-masing dibonceng motor oleh temannya saat ikut memburu geng motor.
Setibanya di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, korban justru terlibat kecelakaan lalu lintas. Akmal dan Farel terjatuh dari motor usai motor yang ditumpanginya bertabrakan dengan kendaraan temannya sendiri.
"Motor yang dikendarai teman korban berboncengan dengan Akmal terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sepeda motor berboncengan Farel," beber Jafar.
Para pelaku lantas memanfaatkan situasi tersebut. Geng motor yang awalnya hendak kembali ke Maros berbalik mendatangi kedua korban yang tidak sempat menyelamatkan diri usai terjatuh.
"Kelompok pelaku yang diduga berasal dari Maros melihat kejadian laka tersebut dan berputar balik, kemudian menyerang kelompok korban menggunakan parang dan busur," terangnya.
Kedua korban yang menjadi sasaran pelaku mengalami luka parah. Sementara Akmal tewas di tempat kejadian perkara (TKP) dengan tubuh bersimbah darah di pinggir jalan.
"Penganiayaan bersama-sama oleh kelompok dari Maros hingga mengakibatkan Akmal meninggal dunia di TKP dan Farel mengalami luka berat," beber Jafar.
Akmal tewas dengan luka tebasan parang di bagian belakang dan anak panah busur yang masih tertancap di kepala. Sementara Farel masih dirawat di rumah sakit usai luka di kepala dan punggung.
"Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan medis secara forensik berupa visum et repertum atau autopsi," imbuh Jafar.k
Simak Video "Video: Polisi Tembak Geng Motor Bersenjata di Makassar"
(asm/hsr)