Polisi Uji Balistik Tewasnya Remaja Diduga Tertembak Saat Tawuran

Polisi Uji Balistik Tewasnya Remaja Diduga Tertembak Saat Tawuran

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Minggu, 27 Sep 2026 19:42 WIB
Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris saat konferensi pers terkait kasus remaja tewas diduga tertembak di Makassar.
Foto: Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris saat konferensi pers terkait kasus remaja tewas diduga tertembak di Makassar. (Reinhard/detikSulsel)
Makassar -

Polisi masih mendalami kasus tewasnya Rafli Ramadhani alias Pingky (19), yang diduga tertembak saat tawuran di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Uji balistik akan dilakukan untuk mendalami jenis senjata dan proyektil yang diduga menembus tubuh korban.

"Uji balistik akan dilaksanakan oleh Bidlabfor untuk menentukan besaran dan jenis proyektil yang digunakan," kata Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes M Haris saat konferensi pers di RS Bhayangkara Makassar, Minggu (27/6/2026).

Haris mengatakan, hasil autopsi terhadap jenazah juga akan mendukung hasil uji balistik. Sementara jenazah sudah diautopsi atas persetujuan keluarga korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti hasilnya itu akan kita serahkan ke penyidik untuk menentukan proyektil peluru yang bisa dicocokkan dengan korban, balistik," ujarnya.

Hasil autopsi jenazah menunjukkan adanya luka masuk dan luka keluar pada tubuh Rafli. Luka tersebut merupakan satu lintasan yang menembus tubuh korban.

ADVERTISEMENT

"(Lukanya di) Punggung luar kiri, kemudian keluar di lengan kanan. Lukanya ya kecil, seperti (ukuran) peluru," tambah Haris.

Diketahui, peristiwa itu terjadi saat tawuran di Jalan Al Markaz, Kecamatan Tallo, Minggu (27/9) sekitar pukul 02.50 Wita. Polisi sempat diserang saat hendak membubarkan massa.

"Pada saat mendatangi TKP, dari kelima personel ini diserang dengan menggunakan batu dan juga menggunakan busur," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto saat konferensi pers, Minggu (27/9).

Salah satu personel yang berada di lokasi lantas melepaskan tembakan peringatan hingga massa bubar. Selang dua jam, polisi menerima kabar korban dilarikan ke RSAL namun meninggal dunia.

Polres Tallo lalu mendatangi RSAL dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara sekitar pukul 06.00 Wita. Jenazah diautopsi atas persetujuan keluarga korban.

"Atas persetujuan dari keluarga korban, dilakukan autopsi. Nah, dari autopsi inilah nanti akan kita ketahui apa penyebab kematian dari korban," pungkas Didik.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads