Bansos Dicoret, Wanita di Makassar Ngamuk dan Ngaku Bandar Sabu

Bansos Dicoret, Wanita di Makassar Ngamuk dan Ngaku Bandar Sabu

Sahrul Alim - detikSulsel
Sabtu, 26 Sep 2026 12:50 WIB
Wanita di Makassar ngamuk di kantor kelurahan karena namanya dicoret dari penerima bansos.
Wanita di Makassar ngamuk di kantor kelurahan karena namanya dicoret dari penerima bansos. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengamuk di kantor kelurahan dan mengaku sebagai bandar sabu viral di media sosial. IRT tersebut mengamuk lantaran namanya dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) pangan beras.

Peristiwa itu terjadi di Kantor Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, Selasa (22/9/2026). Lurah Barana, Herman mengaku langsung turun tangan melakukan pengecekan dan membenarkan IRT tersebut dicoret dari penerima bansos pangan beras.

"Nah, inilah Ibu kemarin dia ribut di kantor karena namanya hilang dari data itu, tidak mendapatkan bantuan," kata Herman kepada wartawan, Sabtu (26/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dicek, kata Herman, IRT tersebut tidak memenuhi syarat lagi menerima bansos lantaran identitas kependudukannya telah digunakan meminjam uang di bank. Pinjaman dilakukan oleh kemanakannya sendiri di Bank BCA senilai Rp 400 juta.

"Ternyata Ibu yang di dalam video viral itu, dia tidak tahu kalau pernah KTP-nya dipakai oleh keponakannya sendiri. KTP-nya itu digunakan untuk mengambil uang di Bank BCA dengan senilai Rp 400 juta, kemudian dia pakai untuk beli mobil, ini keponakannya," jelas Herman.

ADVERTISEMENT

Usai KTP-nya dipakai mengambil pinjaman bank, kata Herman, datanya di Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Kemensos otomatis tidak layak mendapat bansos. Keterangan itu tertera di sistem Perlinsos.

"Di situ terbaca bahwa tidak layak mendapatkan bantuan pangan, data KTP-nya ini Ibu dipakai oleh keponakannya. Sedangkan ini Ibu tidak tahu-menahu bahwa KTP-nya digunakan untuk mengambil uang di Bank BCA dengan senilai Rp 400 juta. Baru ketahuan setelah kemarin keributan," katanya.

Dilihat detikSulsel dari video viral, seorang ibu-ibu mengamuk di kantor lurah karena namanya hilang dari penerima bantuan. Saat mengamuk, dia mengaku sebagai penduduk asli Makassar dan bandar sabu sambil terus mengumpat.

"Jangan ko, saya bukan kacang-kacang (saya bukan orang biasa), pedagang sabu-sabu, itu laporannya, jangan ini mapan ji. Belum berdiri ini kantor lurah orang tuaku di sini berdiri," katanya sambil mengumpat dengan bahasa Makassar.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads