Pengendara Dukung Sistem Ganjil Genap Atasi Antrean BBM di SPBU Makassar

Pengendara Dukung Sistem Ganjil Genap Atasi Antrean BBM di SPBU Makassar

Sahrul Alim - detikSulsel
Minggu, 13 Sep 2026 19:58 WIB
Antrean BBM di SPBU Racing Jalan Urip Sumoharjo mulai terurai imbas penerapan sistem ganjil genap.
Foto: Antrean BBM di SPBU Racing Jalan Urip Sumoharjo mulai terurai imbas penerapan sistem ganjil genap. (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Sejumlah pengendara mendukung penerapan sistem ganjil genap demi mengatasi antrean BBM bersubsidi di SPBU Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kebijakan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) ini dianggap tidak lagi membuat pengendara mengantre lama untuk mengisi BBM.

Kebijakan ganjil genap ini mulai mengurai antrean BBM di SPBU Pertamina 74.902.32 Racing Center, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (13/9/2026). SPBU yang terletak di depan kantor Gubernur Sulsel menunjukkan antrean kendaraan relatif terkendali dan tidak lagi mengular hingga ke badan jalan.

"Saya antre kurang lebih setengah jam. Hari ini kebetulan ada kegiatan di Makassar, saya dari Maros. Kebetulan saya lihat kurang bensin, saya jadi singgah di depan Kantor Gubernur. Di depan SPBU Racing Center itu diberlakukan ganjil," kata salah satu pengendara, Jabar di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari ini, pengisian BBM di SPBU menerapkan sistem ganjil yang mengacu dari penanggalan ganjil pada kalender. Atas hal itu, motor dan mobil yang diperkenankan masuk SPBU adalah kendaraan yang memiliki pelat dengan nomor akhir ganjil.

Menurut Jabar, antrean pada hari pertama penerapan sistem ini relatif lebih pendek dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sebelum penerapan sistem tersebut, antrean menjadi lebih panjang.

ADVERTISEMENT

"Kalau hari-hari sebelumnya kan antrenya lebih panjang. Ya tidak apa-apa hari ini ganjil, besok yang genapnya. Semoga tidak lama, tidak lewat seminggu sudah normal," ujarnya.

Hal senada disampaikan pengguna sepeda motor, Andi Muhammad Fikri Rafi'i. Dia menilai pengaturan pengisian BBM melalui sistem ganjil genap merupakan salah satu pilihan untuk mengatasi antrean yang sebelumnya terjadi.

"Menurut saya pemerintah memilih opsi ini bagus untuk mengatasi persoalan kemarin itu, antrean yang membludak," kata Fikri.

Dia juga mengaku memperoleh informasi mengenai penerapan sistem tersebut melalui media dan media sosial. Menurutnya, keberadaan petugas di lokasi turut membantu mengarahkan masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sulsel, Fahlevi Yusuf mengatakan, sistem ganjil genap mulai diberlakukan hari ini. Antrean pun disebut perlahan telah terurai.

"Hari ini, tepatnya mulai pukul 08.00, di SPBU Racing Center, kita telah menerapkan sistem ganjil-genap pada seluruh masyarakat yang isi BBM. Sampai saat ini cukup longgar," kata Fahlevi.

Menurut dia, masyarakat cukup tertib mengikuti ketentuan yang diberlakukan. Petugas juga berada di lokasi untuk memberikan arahan kepada pengguna kendaraan.

"Masyarakat patuh untuk mengikuti anjuran imbauan terkait penerapan ganjil genap," ujarnya.

Fahlevi menyebut kondisi antrean pada hari pertama penerapan kebijakan terlihat berbeda dibandingkan sebelumnya. Antrean kendaraan yang sebelumnya dapat memanjang hingga ke jalan, kini berada di dalam area SPBU.

"Sangat jelas dampak perbedaannya, antrean itu bahkan sudah tidak antre di jalan, di dalam SPBU saja cuma setengah," kata Fahlevi.

Sejumlah masyarakat juga mengaku mengetahui informasi mengenai penerapan ganjil genap dari pemberitaan media sosial. Pengendara juga memilih mengisi BBM di SPBU Racing Center karena kondisi antrean yang relatif lebih longgar.

Kepala BPH Migas periode 2025-2029, Wahyudi Anas, turut meninjau kondisi pelayanan dan penerapan sistem ganjil genap di SPBU Pertamina 74.902.32 Racing Center. Sistem ganjil genap rencananya diberlakukan hingga 20 September mendatang.

Diketahuil, aturan sistem ganjil genap pengisian BBM diberlakukan merujuk surat Pemprov Sulsel bernomor: 670/2478/DESDM terkait Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Selatan yang diteken Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel Kasman.

"Untuk mengurai antrean diberlakukan sistem pengisian berdasarkan pelat nomor kendaraan ganjil genap di seluruh SPBU di Sulawesi Selatan," kata Kasman dalam suratnya dikutip detikSulsel, Minggu (13/9).

Kebijakan kedua, Pemprov mendorong dilakukan penjadwalan ulang pengisian kendaraan truk agar pengisian BBM untuk kendaraan jenis truk dialihkan pada malam hari. Hal ini untuk mengurangi penumpukan kendaraan besar di jam operasional siang.

Pemprov Sulsel turut meminta penertiban personel dan nozel SPBU. SPBU yang tidak melengkapi operator pada setiap nozel agar diberikan sanksi. Apabila sanksi tidak ada perbaikan, pengoperasian SPBU tersebut diambil alih oleh PT Pertamina dan dilakukan evaluasi izin operasionalnya.

PT Pertamina juga diminta untuk segera melakukan upaya inovasi dalam sistem pengisian bahan bakar, seperti penambahan jam operasional, mengawasi jam operasional SPBU yang telah ditetapkan beroperasi 24 jam, penambahan armada MT, memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU dan digitalisasi antrean.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads