Tawuran yang dipicu sengketa lahan di Jalan Ujung Bori, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir usai dibubarkan polisi. Akses lalu lintas yang sempat diblokade massa sudah dibuka.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Rabu (9/9/2026) pukul 14.00 Wita, lalu lintas (lalin) di Jalan Ujung Bori kembali normal. Pengendara sudah bisa melintas dari dua arah.
Sejumlah polisi masih berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Aparat melakukan pengamanan untuk mencegah penyerangan susulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa dibubarkan setelah Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana turun ke lokasi. Kombes Arya menenangkan warga agar tidak berhenti melakukan penyerangan.
Massa bubar setelah polisi sempat melepaskan tembakan gas air mata. Tindakan polisi mendapat perlawanan hingga massa melempari aparat menggunakan batu.
"Saya kasih pasukan di sini buat jaga bapak ibu, bapak ibu jangan nyerang kami. Kami ini mau jaga bapak ibu. Jangan lempari kami," ucap Kombes Arya kepada warga di lokasi.
Tawuran diduga pecah imbas sengketa lahan di lokasi. Warga setempat diduga melakukan penyerangan setelah salah satu kubu masuk ke dalam lahan bersengketa.
"Informasinya awalnya yang didengar ada massa dari luar mau masuk papan bicara (terkait sengketa lahan) di lokasi," ujar Kapolsek Manggala, Kompol Samuel To'longan kepada wartawan.
Sebuah motor turut hangus terbakar di lokasi. Polisi yang melakukan penyisiran mengamankan bom molotov, petasan hingga busur panah.
