Kronologi Pria Tewas Ditikam Teman di Pasar Terong gegara Kata Kasar

Kronologi Pria Tewas Ditikam Teman di Pasar Terong gegara Kata Kasar

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Senin, 31 Agu 2026 10:13 WIB
Polisi mengevakuasi jenazah korban penikaman di Pasar Terong Makassar.
Polisi mengevakuasi jenazah korban penikaman di Pasar Terong Makassar. Foto: Istimewa
Makassar -

Polisi mengungkap kronologi pria berinisial MA alias Koko (28) tewas ditikam rekannya, DR (22), di sebuah indekos di areal Pasar Terong, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku diduga emosi setelah korban melontarkan kata kasar.

Kapolsek Bontoala Kompol Abdul Samad mengatakan korban dan pelaku sama-sama tinggal di indekos di kawasan Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Makassar. Keduanya juga diketahui berteman.

"Ini tersangka datang karena di atas juga tinggal, di atas juga kos kemudian dia naik di kos terus menyapa karena antara korban dengan tersangka berteman. Dia menyapa Koko, tapi Koko menjawab dengan kasar," ujar Abdul Samad kepada wartawan, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdul Samad mengatakan pelaku kemudian pulang ke rumahnya untuk mengambil badik. Pelaku selanjutnya kembali ke indekos dan menikam korban sebanyak dua kali pada Minggu (30/8).

"Kami tidak tahu apakah ada permasalahan atau bagaimana sehingga tersangka ini kembali ke rumahnya mengambil badik dan datang ke kos lagi terus menikam sebanyak dua kali kepada korban," katanya.

ADVERTISEMENT

Penikaman tersebut terjadi di depan kamar korban yang berada di lantai dua. Setelah ditikam, korban terkapar di lantai satu dalam kondisi bersimbah darah.

"Di depan kamarnya, di lantai dua (penikaman) sedangkan korban terkapar di lantai satu bersimbah darah," ungkap Abdul Samad.

Usai menikam korban, pelaku tidak melarikan diri. DR justru menyerahkan diri ke Polsek Bontoala.

"Iya, jadi hasil daripada tadi itu setelah menikam dia menyerahkan diri ke Polsek Bontoala," jelasnya.

Polisi kemudian mengamankan badik yang diduga digunakan untuk menikam korban. Senjata tajam tersebut ditemukan di kamar pelaku, tepatnya di dalam kamar mandi.

"Untuk senjata tajam yang digunakan sendiri di mana keberadaannya? Kami tadi dapat di kamar di WC, kami dapat di situ. Kami sudah amankan juga," kata Abdul Samad.

Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar oleh personel Dokpol untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Jadi untuk sementara jenazah sudah tadi Dokpol sudah dibawa ke Bhayangkara," pungkasnya.



(ata/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads