Curhat Penyintas Gempa NTT ke Relawan UMI Makassar: Rumah Kami Sudah Roboh

Curhat Penyintas Gempa NTT ke Relawan UMI Makassar: Rumah Kami Sudah Roboh

Fadli Ilham - detikSulsel
Kamis, 27 Agu 2026 12:26 WIB
Tim Relawan Medis UMI Makassar saat menemui penyintas gempa di Kampung Nggori, Manggarai, NTT. Dokumen Istimewa
Foto: Tim Relawan Medis UMI Makassar saat menemui penyintas gempa di Kampung Nggori, Manggarai, NTT. Dokumen Istimewa
Manggarai -

Tokoh adat Kampung Nggori, Lambertus (53), menyampaikan rasa dukanya kepada Tim Relawan Medis Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang menyambangi posko pengungsian di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga terdampak gempa bumi tersebut mengaku terpaksa bertahan di tenda pengungsian lantaran kediaman mereka hancur diterjang bencana.

"Kami tidak bisa tinggal di rumah. Kami tidak bisa tinggalkan begitu saja karena sudah roboh," ujar Lambertus saat berbincang dengan Wakil Rektor II UMI, Prof Zakir Sabara di lokasi pengungsian, Rabu (26/8/2026).

Kampung Nggori yang terletak di Desa Bangka John, Kecamatan Wae Ri'i, berada di dataran tinggi dengan cuaca yang sangat ekstrem saat malam hari. Lambertus menjelaskan bahwa para penyintas terpaksa bertahan menggunakan perlengkapan seadanya di tengah kepungan angin dingin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih tinggal di tenda, termasuk kami semua. Padahal dingin sekali kalau malam," katanya menceritakan kondisi pengungsian yang suhunya bisa menembus 13 hingga 14 derajat Celsius tersebut.

Di tengah nestapa runtuhnya tempat tinggal mereka, Lambertus mengaku masih mengurut dada lantaran bencana datang di waktu yang tepat. Saat mengingat momen mencekam pada 15 Agustus 2026 lalu itu, ia bersyukur gempa tidak terjadi tatkala warga tengah terlelap.

ADVERTISEMENT

"Syukurnya karena waktu itu pagi, jadi orang sudah bangun. Kalau malam, Pak, tidak tahu seperti apa," ucapnya dengan mata berkaca-kaca di hadapan tim relawan asal Makassar tersebut.

Misi kemanusiaan yang diterjunkan dari Makassar sejak 20 Agustus 2026 ini membawa serta jajaran dokter spesialis dan bantuan logistik darurat. Tim medis yang diketuai dr Berry Erida Hasbi memberikan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta membagikan obat-obatan, tenda, hingga perlengkapan bayi.

"Atas nama seluruh warga masyarakat Dusun Nggori kami menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu relawan yang sudah mengunjungi kami," tutur Lambertus.

Tak hanya mengapresiasi bantuan medis dan logistik yang diterimanya, tokoh adat Manggarai ini menaruh harapan besar agar aksi relawan asal Makassar tersebut terus berlanjut. Ia berdoa agar penyintas di wilayah terisolasi lainnya juga bisa tersentuh bantuan serupa.

"Doa kami menyertai bapak dan ibu dalam mengunjungi tempat-tempat lain yang situasinya seperti kami alami di Kampung Nggori ini," jelasnya.

Tim Relawan Medis UMI Makassar saat menemui penyintas gempa di Kampung Nggori, Manggarai, NTT. Dokumen IstimewaTim Relawan Medis UMI Makassar saat menemui penyintas gempa di Kampung Nggori, Manggarai, NTT. Dokumen Istimewa

Tim relawan UMI sendiri telah bergerak menyusuri tenda darurat untuk menyerap aspirasi dan memetakan kebutuhan mendesak para korban. Kehadiran relawan dari Sulawesi Selatan ini diniatkan sebagai wujud solidaritas antar-sesama saudara sebangsa.

"Kami datang karena merasa ini saudara-saudara kita juga. Kita semua bersaudara. Yang bisa kita lakukan, kita lakukan bersama," ungkap Prof Zakir Sabara.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads