53 Anak Komunitas Pemulung Meriahkan HUT ke-81 RI di TPA Antang Makassar

53 Anak Komunitas Pemulung Meriahkan HUT ke-81 RI di TPA Antang Makassar

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Senin, 17 Agu 2026 12:06 WIB
53 anak komunitas pemulung rayakan HUT ke-81 RI di TPA Antang Makassar.
Foto: 53 anak komunitas pemulung rayakan HUT ke-81 RI di TPA Antang Makassar. (Reinhard/detikSulsel)
Makassar -

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI turut dirasakan anak-anak dari komunitas pemulung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 53 anak mengikuti berbagai perlombaan merayakan Hari Kemerdekaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

Kegiatan itu berlangsung di TPA Antang, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Senin (17/8/2026) pagi. Acara ini menjadi wadah bagi anak-anak dari keluarga pemulung untuk memupuk semangat kebersamaan dan melanjutkan pendidikan.

"Meskipun kami berada di lokasi tempat pembuangan akhir sampah, kehadiran anak-anak ini menjadi semangat mereka untuk menjadi generasi ke depan," ujar Direktur Yayasan Pabbata Ummi, Makmur Payabo, Senin (17/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara itu diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan. Selain karnaval, sejumlah anak juga mengikuti berbagai perlombaan menarik yang tidak hanya menghibur tetapi juga melatih inteligensi anak.

"Kegiatannya pertama karnaval keliling di lokasi tempat pembuangan akhir sampah, mewarnai, lari kelereng, lomba memasukkan paku ke dalam botol dan terakhir balon," tuturnya.

ADVERTISEMENT

"(Lomba HUT RI di TPA ANtang bertujuan) bagaimana anak TK ini untuk melatih inteligensi yang nantinya bisa menjadi pemikir," tambah Makmur.

Makmur mengatakan, lokasi TPA tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk merayakan kemerdekaan. Dia berharap anak-anak dari keluarga pemulung juga berhak merasakan kemeriahan HUT RI.

"Di manapun dan siapapun dapat merayakan semarak 17-an. Mau merayakan di tempat sampah atau di mana, ini kegiatan yang betul-betul memberikan semangat mereka untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan bangsa dan negara," paparnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan anak-anak yang tinggal di kawasan TPA Tamangapa. Pihaknya ingin anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak meski berasal dari keluarga pemulung.

"Tidak ada lagi putus sekolah anak-anak di sini meskipun keluarganya adalah pekerja sampah, tetapi tidak akan lagi kami membiarkan ada putus sekolah. Untuk anak-anak yang berada di lokasi pembuangan sampah yang menjadi banyak isu bahwa banyak anak putus sekolah," jelasnya.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads